Bantuan Air Bersih Jadi Penopang Warga Kulon Progo Hadapi Kekeringan

Kamis, 08 Okt 2026, 21:15 WIB

YOGYAKARTA — Akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Kulon Progo. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Pemda DIY bersama Keraton Yogyakarta dan Polda DIY menyalurkan air bersih serta air layak konsumsi ke Padukuhan Sekaro dan Kebonkromo, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Rabu (7/10).

Penyaluran bantuan dilakukan menyusul instruksi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar persoalan kekeringan di Kulon Progo segera ditangani. Penghageng KHP Nitya Budaya, GKR Bendara, yang mewakili Keraton Yogyakarta dalam kegiatan tersebut, mengatakan bantuan air menjadi salah satu bentuk penanganan langsung bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Menurut GKR Bendara, bersama BPBD DIY, Keraton Yogyakarta sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah di Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Di Giripurwo, bantuan berupa tandon dan air bersih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga di Sekaro dan Kebonkromo.

“Khususnya di Giripurwo, bantuan tandon dan air bersih diharapkan bisa memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar Sekaro dan Kebonkromo,” ungkapnya.

Ia berharap kerja sama dalam penyediaan air bersih dapat terus dilakukan, terutama ketika musim kemarau kembali berlangsung. Keraton Yogyakarta juga menggandeng Polda DIY untuk menghadirkan mesin water treatment yang memungkinkan sumber air dengan kondisi kurang layak diolah menjadi air bersih dan air layak konsumsi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan status siaga darurat kekeringan tingkat provinsi telah ditetapkan untuk seluruh wilayah kabupaten di DIY. Menurut dia, penyaluran air bersih secara langsung maupun penggunaan teknologi pengolahan air dapat menjadi dukungan bagi masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan air.

“Berdasarkan rapat koordinasi yang sudah kami lakukan dengan BPBD Kabupaten, kami siap untuk melakukan droping air bersih. Semoga hal ini bisa membantu para warga yang kesehariannya sulit mendapat air bersih,” tuturnya.

Selain penanganan jangka pendek, BPBD DIY juga menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan ketersediaan air dalam jangka panjang. Ruruh mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY untuk memetakan sumber air yang berpotensi dikembangkan menjadi lokasi sumur bor.

Dari sisi teknologi, Polda DIY mengoperasikan mesin water treatment untuk membantu mengolah sumber air yang belum memenuhi standar kebutuhan warga. Kepala Tim Instruktur/Operator Alutsista/Almatsus Polda DIY, Ipda Kasworo, menjelaskan mesin tersebut dapat digunakan untuk mengolah air sungai, air payau, hingga air laut.

Kapasitas pengolahan mesin mencapai 1.000 liter air per jam. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen dapat dihasilkan menjadi air layak minum, sedangkan 60 persen lainnya berupa air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini kesempatan bagi Bapak dan Ibu yang ada di Kulon Progo, khususnya di Giripurwo untuk ikut merasakan hasil dari pengolahan water treatment yang dimiliki oleh Satuan Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Ipda Kasworo.

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air di Giripurwo membuat diperlukan sumber alternatif yang kemudian dapat diolah dengan teknologi water treatment. Polda DIY bersama BPBD DIY mengambil air dari wilayah lain, termasuk sumber air yang kondisinya belum layak digunakan secara langsung.

“Kami tadi mengambil air dari Selokan Mataram yang kebetulan sangat kotor. Tadi BPBD yang mendatangkan air, kita yang menjernihkannya,” imbuh Ipda Kasworo.

Bagi warga, bantuan tersebut menjadi penopang penting selama kesulitan air berlangsung. Pujiono, warga Sekaro, mengatakan wilayahnya hampir selalu menghadapi persoalan air bersih setiap musim kemarau. Kehadiran bantuan air dan mesin pengolahan air dinilai membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selama ini, warga Sekaro mengandalkan tandon air yang tersedia di masing-masing RT. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air sangat bergantung pada pasokan bantuan dari berbagai pihak.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.