60 Ton Sampah Menumpuk di Perlintasan Kereta Pasarturi–Surabaya Kota

Kamis, 08 Okt 2026, 16:55 WIB

SURABAYA - Sekitar 60 ton sampah ditemukan menumpuk di area aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya di belakang Stasiun Surabaya Pasarturi. Tumpukan tersebut kini menjadi perhatian KAI dan Pemerintah Kota Surabaya untuk dibersihkan sekaligus mencegah lokasi kembali dijadikan tempat pembuangan sampah dan penimbunan barang bekas.

Tumpukan sampah itu ditemukan setelah adanya laporan masyarakat melalui layanan Lapor Cak Eri. KAI Daop 8 Surabaya bersama Pemkot Surabaya kemudian melakukan pemeriksaan langsung pada Jumat (18/9).

Ket. Foto: Ilustrasi AI. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat timbunan sampah dalam jumlah besar yang diperkirakan mencapai sekitar 60 ton. Selain sampah rumah tangga, petugas juga menemukan berbagai barang rongsokan yang ditimbun di area aset KAI. — Sumber: Istimewa

Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat timbunan sampah dalam jumlah besar yang diperkirakan mencapai sekitar 60 ton. Selain sampah rumah tangga, petugas juga menemukan berbagai barang rongsokan yang ditimbun di area aset KAI.

KAI Daop 8 Surabaya selanjutnya berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk melakukan pembersihan dan penataan kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan agar aset perkeretaapian kembali bersih dan tertib serta tidak digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah.

Perkembangan pembersihan tersebut turut dipantau KAI Daop 8 Surabaya saat melakukan inspeksi lintas dengan berjalan kaki dari Stasiun Surabaya Pasarturi hingga Stasiun Surabaya Kota pada Kamis (8/10).

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pemeriksaan lintas dilakukan sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi jalur dan lingkungan di sekitar perkeretaapian.

“Cek lintas menjadi salah satu upaya kami untuk melihat secara langsung kondisi jalur dan lingkungan di sekitar perkeretaapian. Melalui pemeriksaan ini, potensi gangguan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas yang harus dijaga secara konsisten,” ujar Mahendro.

Terkait tumpukan sampah di belakang Pasar Turi, Mahendro mengatakan KAI terus memantau proses pembersihan agar area tersebut benar-benar kembali tertata.

“Kami terus memantau progres pembersihan di area belakang Pasar Turi. Sebelumnya, kami telah memberikan waktu kepada pihak yang memanfaatkan area tersebut untuk membersihkan dan mengosongkan tumpukan sampah,” katanya.

Menurut Mahendro, pembersihan tidak berhenti pada pengangkutan sampah. KAI juga memastikan kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat membuang sampah ataupun menimbun barang bekas.

“Kami ingin memastikan area ini tidak kembali dimanfaatkan untuk membuang sampah maupun menimbun barang bekas,” jelasnya.

Selain memantau proses pembersihan, petugas KAI dalam inspeksi lintas juga mengamati kondisi jalur, lingkungan sekitar, serta berbagai potensi yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Mahendro menambahkan, penanganan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga aset KAI sekaligus menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih tertib.

“Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit, tetapi seluruh insan KAI. Karena itu, setiap temuan di lapangan harus menjadi perhatian bersama dan segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

KAI Daop 8 Surabaya juga mengapresiasi masyarakat yang melaporkan keberadaan tumpukan sampah tersebut. Menurut KAI, partisipasi masyarakat membantu perusahaan mengetahui kondisi di sekitar aset sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan laporan. Kepedulian seperti ini sangat membantu kami dalam menjaga aset dan lingkungan perkeretaapian,” pungkas Mahendro.

KAI mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah maupun menimbun barang di area aset perkeretaapian. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan KAI diharapkan dapat menjaga kawasan sekitar jalur kereta tetap bersih, aman, dan tertib.

  • Krisis Sampah

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.