Pawai Ekosistem Malioboro Dorong Komunitas dan Ekonomi Pariwisata
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 16:00 WIB | Oleh: Eko SKeterlibatan komunitas juga terlihat dari peserta sepeda onthel. Marhaen Roja dari Komunitas Onthels Djadoel Jogjakarta (Kodja) mengatakan komunitas tersebut telah berusia 16 tahun dan rutin terlibat dalam berbagai kegiatan di Kota Yogyakarta.
“Kita ngontel bareng dan setiap ada event pasti mengikuti. Setiap tiga bulan juga kita ngontel bareng sampai Jogja-Borobudur,” kata Marhaen.
Dalam pawai, Marhaen menggunakan sepeda onthel produksi sekitar 1950-an. Menurutnya, sejumlah sepeda milik anggota Kodja bahkan dibuat lebih awal, yakni sekitar 1930-an.
Ia menilai keberadaan komunitas sepeda onthel perlu dipertahankan melalui kegiatan bersama sekaligus regenerasi anggota agar tetap berkembang.
“Insyaallah kita selalu eksis, selalu ada regenerasi. Kodja sudah 16 tahun dan selalu eksis. Setiap ada event di Malioboro kita ikut dan mendapat undangan lagi,” ujarnya.
Pawai tersebut juga menjadi tontonan bagi wisatawan mancanegara. Fitri bersama suaminya, Wang, wisatawan asal Taiwan yang tengah berlibur di Yogyakarta, menyempatkan diri melihat pawai yang menjadi bagian dari rangkaian menuju WJNC.
Fitri mengaku menikmati suasana pawai yang menghadirkan beragam komunitas dan budaya di kawasan Malioboro. Ia senang bisa menikmati karnaval budaya yang meriah, gratis dan luar biasa menarik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!