Kasus Penganiayaan Mahasiswa Untad Palu, Korban Ditelanjangi dan Disulut Rokok
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 20:06 WIB | Oleh: AlfredPALU - Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Palu,Sulawesi Tengah, diduga menjadi korban penganiayaan dan tindakan tidak manusiawi oleh puluhan seniornya di lingkungan kampus.
Kuasa hukum korban Jonathan Salam di Palu, Rabu (7/10) mengatakan peristiwa bermula ketika ketiga mahasiswa mengikuti perkuliahan yang berlangsung pada sore hari. ketiganya ditegur dosen karena menggunakan telepon seluler.
Teguran tersebut kemudian berkembang, setelah ketiga mahasiswa mendatangi dosen untuk meminta maaf. Persoalan berlanjut ketika sejumlah senior yang tergabung dalam himpunan mahasiswa arsitektur, memanggil ketiga korban setelah mereka keluar dari ruangan dosen.
“Tanpa aba-aba mereka disuruh jongkok kemudian dipukuli,” ujarnya.
Ia mengungkapkan dua mahasiswa laki-laki mengalami kekerasan lebih dahulu, sedangkan korban perempuan terjadi belakangan. Kekerasan tersebut berlangsung hampir satu jam.
Jonathan mengatakan korban mengalami sejumlah luka, antara lain lebam, luka akibat diduga disulut puntung rokok, serta luka pada bagian tubuh lainnya.
Ia juga menyebut dua korban laki-laki diduga dipaksa membuka pakaian hingga hampir telanjang. Korban disebut mendapat ancaman apabila menolak membuka pakaian.
“Kalau tidak mau buka, mereka diancam akan dibuka paksa atau dipukuli,” ujarnya.
Menurut dia, tindakan tersebut diduga dilakukan karena ketiga mahasiswa dianggap telah menyakiti hati seorang dosen setelah tidak mengindahkan teguran saat perkuliahan.
Kuasa hukum menyebut terdapat sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Sementara itu, sekitar enam orang disebut diduga berperan sebagai pihak menginisiasi atau terlibat langsung dalam kejadian.
Jonathan mengatakan pihaknya telah membuat laporan polisi dan meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan kekerasan tersebut.
“Kampus seharusnya menjadi sarana untuk mendidik intelektual, bukan membangun premanisme,” katanya.
Ia juga meminta pihak kampus memastikan keamanan ketiga korban selama menjalani perkuliahan.
Menurutnya, para korban masih memiliki jadwal kuliah dan mengaku khawatir mendapat kekerasan atau intimidasi kembali dari senior.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!