Flora Liu Hadir di Jakarta, Bawakan Karya Teresa Teng dengan Orkestra 50 Musisi
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 20:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pecinta musik Indonesia akan diajak kembali menikmati karya-karya legendaris Teresa Teng melalui konser bertajuk “A Tribute to Teresa Teng”. Konser tersebut menghadirkan penyanyi asal Shanghai, Flora Liu, bersama Diva Indonesia Kris Dayanti dan Putri Ayu serta 50 Piece Orchestra by Astrid Lea di The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta, pada 28 Oktober 2026.
Tiket konser mulai dijual pada 7 Oktober 2026 melalui aplikasi dan website LOKET.COM. Pertunjukan yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini dikemas dengan konsep intimate, sophisticated, dan elegan untuk menghadirkan pengalaman berbeda dalam menikmati lagu-lagu Teresa Teng.
Dalam konser tersebut, Flora Liu akan membawakan sejumlah karya Teresa Teng dengan interpretasinya sendiri. Kehadirannya bukan untuk menggantikan atau menirukan sang legenda, melainkan memberikan karakter vokal dan perspektif musikal berbeda terhadap karya-karya Teresa Teng.
Konsep lintas budaya menjadi salah satu bagian penting dalam pertunjukan ini. Teresa Teng dikenal sebagai salah satu ikon musik Asia yang memiliki pengaruh lintas negara dan generasi, sehingga kehadiran Flora Liu dari Shanghai diharapkan dapat menghadirkan perspektif baru dalam merayakan warisan musik tersebut.
Lagu-lagu Teresa Teng juga akan mendapatkan warna baru melalui aransemen 50 Piece Orchestra by Astrid Lea. Orkestra tersebut dipimpin RM Condro sebagai conductor dengan tetap mempertahankan karakter dan emosi lagu-lagu asli, sekaligus memberikan sentuhan orkestrasi yang lebih megah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Teresa Teng sendiri dikenal sebagai diva pop Mandarin yang memiliki pengaruh besar di Asia. Selain dikenal melalui lagu-lagu Mandarin, ia juga pernah membawakan lagu-lagu Indonesia sehingga ikut memperkenalkan karya musik Indonesia kepada pendengar di China, Hong Kong, dan Taiwan.
Salah satu karya yang dikaitkan dengan musik Indonesia adalah “Tian Mi Mi” atau “Semanis Madu”. Lagu tersebut disebut diadaptasi dari lagu “Dayung Sampan” yang populer di Semarang, Jawa Tengah, sekitar dekade 1950-an.
Kehadiran Kris Dayanti dan Putri Ayu juga menjadi bagian khusus dalam konser tersebut. Keduanya akan memberikan special performance untuk melengkapi rangkaian pertunjukan “A Tribute to Teresa Teng”.
“Ini satu hal yang membanggakan bagi saya. Karena bisa mempelajari hal-hal baru dari seorang diva pop Mandarin Asia, Teresa Teng. Apalagi ada lagu yang disadur dari lagu asal Semarang yang dibawakan oleh Teresa Teng. Bangga sekali,” jelas Kris Dayanti dalam Press Conference di The Music Lounge Plaza Senayan, Jakarta, 7 Oktober 2026.
Putri Ayu juga mengaku memiliki kedekatan dengan karya-karya Teresa Teng karena sejak awal mempelajari bahasa Mandarin, lagu-lagu sang diva menjadi salah satu materi yang sering dipelajarinya. Karena itu, tawaran tampil dalam konser tersebut langsung diterimanya.
“Selama 13 tahun terakhir ini, aku sering menampilkan lagu-lagu Mandarin. Salah satu lagu Mandarin yang kupelajari saat awal-awal belajar Mandarin adalah lagu-lagunya Teresa Teng. Bisa dibilang lagu-lagu Teresa Teng ini sangat bermakna bagiku. Jadi, saat ditawari tampil di konser ini, aku langsung setuju,” ungkap Putri Ayu.
Format 50 Piece Orchestra menjadi salah satu kekuatan utama dalam konser “A Tribute to Teresa Teng”. Astrid Lea bersama RM Condro akan menghadirkan aransemen yang memberikan ruang lebih luas terhadap dinamika musik tanpa menghilangkan karakter asli lagu-lagu Teresa Teng.
“Didukung dengan The Ballroom at Plaza Senayan yang merupakan venue yang megah, kehadiran 50 Piece Orchestra dalam konser ini, akan memberikan experience baru bagi para penonton nantinya dalam mendengarkan lagu-lagu Teresa Teng untuk bernostalgia. Terlebih lagi, orang tua saya juga menyukai lagu-lagu Teresa Teng. Senang banget bisa ikut dalam konser ini,” tandas Astrid Lea.
Pemilihan The Ballroom at Plaza Senayan juga disesuaikan dengan konsep pertunjukan yang mengutamakan kedekatan antara penampil dan penonton. Karakter ballroom dinilai dapat memberikan atmosfer yang lebih personal dibandingkan konser berskala arena atau stadion.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!