Udang Sukamara Jadi Mesin Uang Baru Kalteng, Nilainya Bikin Kaget!

Selasa, 06 Okt 2026, 00:05 WIB

PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu pengembangan kawasan tambak udang vaname di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara yang telah mampu menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah per tahunnya.

"Ini menjadi salah satu upaya kita dalam memacu pendapatan dengan mengoptimalkan masing-masing potensi yang dimiliki daerah," tegas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Sukamara, Senin.

Ket. Foto: Ilustrasi - Tambak udang. — Sumber: Antara foto/HO-KKP

Pengelolaan dan pengembangan kawasan tambak udang vaname ini dilakukan oleh UPT BLUD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng, Sri Widanarni menambahkan pengembangan kawasan tambak udang ini telah berjalan beberapa tahun dan kini sudah menunjukkan hasil produktivitas yang menggembirakan.

"Karena dari hasil budi daya ini sudah bisa berkontribusi untuk peningkatan pendapatan daerah," terangnya.

Berdasarkan laporan dari BLUD, diproyeksikan pendapatan dari pengembangan budi daya kawasan tambak udang vaname di Sukamara mencapai hingga Rp32 miliar.

Kepala UPT BLUD PBAPL Wahyu Martha Lukyanto mengatakan hingga periode terakhir produksi budi daya yang dikelola pihaknya telah mencapai lebih dari 300 ton.

“Untuk saat ini produksi sudah di atas 300 ton. Kalau sampai akhir tahun, estimasi kami bisa melebihi 400 ton,” terang Wahyu.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat sebanyak 72 kolam budi daya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 kolam telah ditebar dan sisanya ditargetkan seluruhnya selesai ditebar dalam waktu dekat.

Kapasitas produksi ideal dari sarana yang tersedia saat ini berada di kisaran 400 hingga 500 ton per tahun. Menurut Wahyu, produksi setiap kolam berkisar 3,5 hingga 4 ton, bergantung pada kondisi dan kapasitas masing-masing kolam.

Adapun masa pemeliharaan budi daya berlangsung sekitar 120 hingga 140 hari. Namun, jika dihitung secara keseluruhan mulai dari persiapan kolam, pengeringan hingga proses panen, satu siklus membutuhkan waktu lebih dari lima bulan.

“Makanya untuk siklusnya sekitar dua kali dalam satu tahun,” jelasnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.