Ekonomi Regional Membaik, Seret Harga Saham
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 10:18 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
JAKARTA - Ekonomi regional Asia tengah membaik. Situasi ini mengerek penguatan mayoritas bursa kawasan Asia dan global, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa.
IHSG dibuka menguat 20,27 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.139,13. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,23 poin atau 0,37 persen ke posisi 605,46.
"Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150-6.200,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, harga minyak mentah global cenderung melemah 1,9 persen ke level 100 dolar AS per barel pada Senin (5/10), dipengaruhi oleh pemulihan ekspor minyak mentah di Timur Tengah dan langkah negara-negara G7 untuk meredakan kekhawatiran pasokan.
Selain itu, sentimen juga datang dari serangan balik oleh pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi untuk merebut kembali wilayah di dekat Selat Bab el-Mandeb dari kelompok Houthi yang didukung Iran.
Menurunnya harga minyak ditambah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang melemah, mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut, sehingga kemungkinan akan mempertahankan Fed Funds Rate (FFR) tidak berubah pada Oktober 2026.
Pada pekan ini, pelaku pasar akan menantikan risalah FOMC The Fed periode September 2026, untuk mencari indikasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.
Di sisi lain, kenaikan biaya pinjaman global masih mendominasi sentimen, yang mana mbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun tetap berada di level tertinggi sejak awal tahun 2002.
Pada pekan lalu, yield obligasi acuan 10 tahun Prancis juga mencapai tingkat tertinggi sejak Juli 2002. “Kenaikan ini terjadi di tengah pengumuman rancangan anggaran tahun 2027, yang menargetkan defisit sebesar 5 persen dari PDB dan pemangkasan belanja senilai 54 miliar euro,” ujar Ratna.
Dari dalam negeri, pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk program stimulus mencapai Rp31 triliun pada kuartal IV-2026.
Pemerintah bertujuan memperkuat perekonomian nasional melalui kebijakan yang berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha.
Adapun, stimulus yang dilakukan berupa pembukaan rekening kepada warga negara berusia di atas 17 tahun yang termasuk dalam desil 1 sampai dengan 4, dengan anggaran Rp1,28 triliun.
Kemudian, stimulus kedua adalah bantuan pangan berupa beras 10 kg dengan anggaran Rp17,5 triliun. Stimulus ketiga adalah bantuan subsidi upah dengan alokasi anggaran Rp12 triliun.
Memasuki tahun 2027, pemerintah melanjutkan program magang bagi 150.000 peserta dan pelatihan vokasi bagi 300.000 orang. Kemudian pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan diperluas ke seluruh sektor untuk 7.5 juta pekerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!