Allianz Life dan HSBC Indonesia Luncurkan Subdana Dolar dengan Instrumen Floating Rate
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 19:52 WIB | Oleh: Haryo BronoKehadiran instrumen tersebut juga dapat menjadi salah satu pilihan dalam diversifikasi portofolio. Subdana dengan karakteristik floating rate dapat ditempatkan sebagai bagian dari alokasi aset bersama kas, obligasi berbunga tetap, maupun instrumen berbasis saham.
President Director dan Head of Indonesia AllianzGI Indonesia Adi Saugi mengatakan perubahan kondisi ekonomi dan suku bunga global dapat memengaruhi kinerja berbagai instrumen investasi.
“Smartwealth Dollar Floating Rate Fund memberikan akses ke instrumen pendapatan tetap global dengan tingkat bunga yang dapat berubah mengikuti suku bunga acuan,” ujar Adi.
Menurut dia, pengelolaan portofolio dilakukan melalui pemilihan instrumen dan penyesuaian alokasi secara aktif dengan tetap memperhatikan aspek risiko.
“Melalui pemilihan instrumen yang disiplin dan pengelolaan portofolio secara aktif, fund ini berupaya memperoleh potensi pendapatan dari instrumen kredit untuk mendukung tujuan investasi dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko,” katanya.
Kebutuhan Aset dalam Denominasi Dolar
Bagi nasabah dengan kebutuhan finansial lintas negara, aset dalam denominasi dolar AS dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pengelolaan kekayaan. Kebutuhan tersebut antara lain dapat berkaitan dengan biaya pendidikan di luar negeri, perjalanan internasional, hingga perencanaan warisan.
International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan sebagian nasabah HSBC memiliki kebutuhan finansial yang berkaitan dengan aktivitas internasional.
“Bagi nasabah HSBC Premier, perlindungan jangka panjang tidak lagi sekadar mitigasi risiko, melainkan pilar penting dalam menjaga kesinambungan kekayaan lintas generasi,” kata Lanny.
Menurut dia, kebutuhan seperti dana pendidikan anak di luar negeri dan perencanaan warisan dapat membuat pengelolaan aset dalam denominasi dolar AS menjadi salah satu pertimbangan.
Melalui instrumen floating rate, nasabah diharapkan memiliki alternatif untuk menyeimbangkan strategi “defend and grow”, terutama dalam menghadapi perubahan suku bunga global.
Meski demikian, karakteristik investasi berbasis pendapatan tetap dan mata uang asing tetap memiliki risiko. Perubahan suku bunga, kualitas kredit penerbit, kondisi pasar, serta pergerakan nilai tukar dapat memengaruhi nilai investasi.
Smartwealth Dollar Floating Rate Fund menjadi tambahan pilihan subdana dolar AS yang tersedia bagi nasabah HSBC Indonesia. Sebelum memilih subdana, nasabah perlu memahami karakteristik produk, manfaat, biaya, serta risiko yang menyertainya dan menyesuaikannya dengan tujuan finansial, jangka waktu investasi, serta profil risiko masing-masing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!