Piala Asia 2027 Mundur, Hajime Moriyasu Terancam Kehilangan Kesempatan Terakhir Persembahkan Gelar untuk Jepang

Kamis, 05 Nov 2026, 00:06 WIB

TOKYO – Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, mengaku harus menerima kenyataan setelah Piala Asia 2027 mengalami penundaan dari jadwal semula Januari menjadi Desember. Perubahan jadwal tersebut berpotensi membuat Moriyasu kehilangan kesempatan terakhir untuk mempersembahkan gelar sebelum mengakhiri masa jabatannya.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan bahwa turnamen yang akan berlangsung di Arab Saudi itu ditunda hampir satu tahun karena adanya "situasi luar biasa" di kawasan tersebut. Keputusan ini diambil menyusul serangan kelompok Houthi terhadap negara tuan rumah.

Ket. Foto: Hajime Moriyasu. — Sumber: Goal

Sebelumnya, Moriyasu dijadwalkan memimpin Jepang pada Piala Asia awal tahun depan sebelum menyerahkan jabatan kepada pelatih tim nasional U-23, Go Oiwa. Namun, perubahan kalender turnamen membuka kemungkinan Moriyasu mengakhiri masa tugasnya lebih cepat, yakni pada penghujung tahun ini.

Situasi tersebut belum mendapat kejelasan dari Federasi Sepak Bola Jepang (JFA). Direktur Teknik JFA, Masakuni Yamamoto, memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut ketika Moriyasu mengumumkan daftar pemain untuk menghadapi Brasil dan Paraguay dalam pertandingan persahabatan di Singapura bulan ini.

Moriyasu, yang tercatat sebagai pelatih dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah tim nasional Jepang, menegaskan bahwa kepentingan perkembangan sepak bola negaranya jauh lebih penting dibandingkan persoalan masa depannya.

"Seandainya Piala Asia tetap berlangsung sesuai jadwal, saya tentu akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memenangi gelar dalam tujuh pertandingan tersebut. Namun, sejak awal saya juga berpikir bahwa tujuh pertandingan itu tidak akan sia-sia jika turnamen tidak berlangsung," kata Moriyasu.

Dia bahkan menilai perubahan jadwal tersebut bisa memberikan keuntungan bagi tim pelatih berikutnya apabila pertandingan-pertandingan yang direncanakan dapat dijadwalkan ulang.

"Jika tujuh pertandingan itu dijadwalkan kembali, tim kepelatihan yang baru bisa memanfaatkannya dengan baik sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia berikutnya," ujarnya.

"Saya hanya menerima kenyataan dan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan yang ada di hadapan saya saat ini," tambahnya.

Yamamoto menjelaskan bahwa keputusan mengenai waktu pergantian pelatih sepenuhnya akan ditentukan oleh internal JFA.

Selain pertandingan melawan Brasil dan Paraguay bulan ini, Jepang sebelumnya juga telah merencanakan satu laga persahabatan sebagai persiapan Piala Asia. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Osaka pada 30 Desember melawan lawan yang belum diumumkan.

Namun, Yamamoto belum bisa memastikan apakah pertandingan tersebut tetap akan digelar setelah perubahan jadwal Piala Asia.

Moriyasu sendiri menegaskan bahwa penundaan turnamen tidak memengaruhi pemilihan pemain untuk menghadapi Brasil dan Paraguay.

Brasil merupakan lawan yang menyingkirkan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia tahun ini. Tim Samba menang 2-1 melalui gol pada masa tambahan waktu.

"Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan yang ada di hadapan kami, sekaligus menjadikannya bagian dari persiapan untuk masa depan. Penundaan Piala Asia tidak mengubah prinsip tersebut," kata Moriyasu.

Dalam daftar pemain terbarunya, Moriyasu kembali memanggil sejumlah nama yang berkiprah di Eropa. Kiper Aston Villa, Zion Suzuki, dan gelandang Crystal Palace, Daichi Kamada, masuk dalam skuad.

Selain itu, dia memberikan kesempatan kepada winger Coventry City, Tatsuhiro Sakamoto, yang kembali dipanggil ke tim nasional untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun.

Penyerang AS Monaco, Takumi Minamino, juga kembali masuk skuad setelah sebelumnya absen di Piala Dunia akibat cedera.

Moriyasu menegaskan bahwa Jepang harus meningkatkan kualitas permainan ketika menghadapi negara-negara kuat, khususnya dari Amerika Selatan, jika ingin mewujudkan ambisi menjadi juara dunia.

Jepang sendiri pernah mencatat kemenangan bersejarah atas Brasil dalam pertandingan persahabatan di Tokyo pada Oktober tahun lalu. Itu menjadi kemenangan pertama Samurai Biru atas raksasa sepak bola Amerika Selatan tersebut.

"Untuk menjadikan Jepang sebagai tim yang mampu memenangi Piala Dunia, kami harus memiliki persentase kemenangan yang lebih tinggi ketika menghadapi tim-tim dari Amerika Selatan," tutur Moriyasu.

  • Pelatih Timnas Jepang
  • Piala Asia 2027

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.