Pramono Minta Petasan di Permukiman Jakarta Dibatasi, Jangan Ganggu Warga hingga Dini Hari
📅 Senin, 05 Okt 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim PenulisDina mengatakan pemasangan petasan dan kembang api tersebut juga tidak mengantongi izin dari kepolisian sehingga sejumlah warga yang merasa terganggu menyampaikan protes.
"Informasi dari para pihak penyelenggara ya bahwa mereka ini telah berkoordinasi dengan RT/RW setempat gitu ya, dengan Babinsa setempat. Namun memang secara resminya belum diteruskan kepada pihak kepolisian," katanya.
Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial setelah sejumlah warga mengeluhkan pelaksanaan acara Maulid Nabi di kawasan Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Petasan disebut dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB sehingga mengganggu waktu istirahat warga.
Suara ledakan petasan membuat sejumlah anak terbangun dan menangis. Salah seorang warga juga mengaku keberatan karena suara petasan tersebut berdampak terhadap anaknya yang berkebutuhan khusus.
Keluhan warga kemudian memuncak ketika seorang ibu menyampaikan protes kepada pihak penyelenggara acara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!