Hari Batik Nasional, Pemkot Pekalongan Dorong Daya Saing Batik secara Berkelanjutan
Senin, 05 Okt 2026, 13:05 WIBPEKALONGAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2026 berupaya meningkatkan daya saing dan nilai tambah kerajinan batik mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan Wismo Aditiyo di Pekalongan, Senin (5/10), mengatakan bahwa pihaknya secara rutin memberikan dukungan kepada para perajin melalui berbagai program seperti membuka akses promosi dan pemasaran melalui pameran di tingkat lokal maupun nasional.
"Tidak hanya dari sisi pemasaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Berbagai pelatihan dan pembinaan diberikan baik oleh Pemkot Pekalongan maupun melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan Rumah BUMN," katanya.
Ia mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan tema pengembangan usaha sehingga para perajin dapat meningkatkan kemampuan sekaligus mengembangkan usahanya secara lebih profesional.
Demikian pula upaya lain yang terus didorong, kata dia, adalah mendampingi sertifikasi bagi pembatik sebagai bentuk pengakuan profesional terhadap kompetensi seseorang dalam menjalankan profesinya yang diterbitkan oleh lembaga berwenang.
"Ya memang belum semua pembatik memiliki sertifikasi. Namun, ini menjadi salah satu upaya kita agar mereka memiliki added value atau nilai tambah," katanya.
Ia berharap melalui berbagai dukungan tersebut, para perajin batik tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan membatik sebagai warisan budaya saja tetapi juga semakin profesional, memiliki daya saing, serta mampu memperluas pasar produk batik Pekalongan di tingkat nasional maupun lebih luas.
"Saat ini, kami juga tengah membangun gedung galeri Dekranasda yang direncanakan menjadi outlet bersama bagi para perajin batik dan pelaku kerajinan di Kota Pekalongan. Kehadiran galeri tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemasaran sekaligus memperkuat promosi produk unggulan daerah," katanya.
- batik
- daya saing
- Hari Batik Nasional
- pemkot pekalongan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Batik Tak Boleh Hilang, Asita Dorong Jadikan Destinasi Wisata
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
Belajar merangkai kain batik di Semarang
-
Irak Wanti-wanti Pihak Luar agar Tak Jadikan Wilayahnya Medan Perang
-
DPRD DKI Setujui Ranperda Perubahan APBD 2026 Capai Rp79,56 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.