1.150 Hektare Sawah di Karawang Kekeringan, Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa

Senin, 05 Okt 2026, 23:40 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kekeringan di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, 20 unit pompa dikerahkan untuk mengalirkan air dari Sungai Citarum dan jaringan irigasi ke sawah terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemenuhan air untuk pertanian menjadi perhatian utama, terutama di wilayah terdampak kemarau ekstrem atau El Nino.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kekeringan di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian — Sumber: istimewa

"Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari dan sektor pertanian. Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada lahan-lahan pertanian," ujar Menteri Dody.

Kepala BBWS Citarum Mochammad Dian AL Ma'ruf menjelaskan Pakisjaya menjadi salah satu titik di Wilayah Sungai Citarum yang mengalami kekeringan karena sejumlah area tidak terjangkau jaringan irigasi teknis Daerah Irigasi (DI) Jatiluhur. Selain itu terdapat kerusakan infrastruktur dan pergeseran waktu tanam.

"Total potensi lahan yang terdampak kekeringan di Pakisjaya tersebar di tiga desa, yaitu Desa Solokan, Desa Telukjaya, dan Desa Tanahbaru," kata Dian.

Untuk mempercepat penanganan, BBWS Citarum mengoperasikan 20 unit pompa berkapasitas 40–80 liter per detik yang berasal dari BBWS Citarum, BBWS Citanduy, BBWS Ciliwung Cisadane, serta Kementerian Pertanian. Pemompaan mengambil air dari Sungai Citarum karena wilayah tersebut tidak memiliki sumber air lain dan berbatasan dengan kawasan air asin.

Selain pemompaan, Kementerian PU juga melakukan normalisasi saluran irigasi pada titik penghambat aliran air. Kegiatan normalisasi dan pemompaan sejak 19 Agustus hingga 28 September 2026 telah membantu mengairi 400 hektare sawah.

"Dari total 1.150 hektare lahan terdampak di Pakisjaya, upaya penanganan telah berhasil mengairi dan menyelamatkan sekitar 400 hektare, baik untuk tanaman yang sudah tumbuh (standing crop) maupun lahan yang bersiap untuk ditanam," jelas Dian.

*Modifikasi Cuaca hingga Normalisasi Irigasi*

Selain pompanisasi, Kementerian PU berkolaborasi dengan TNI AU, PJT II, dan BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah. Upaya ini telah menghasilkan hujan di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek.

OMC di Jawa Barat dilaksanakan bertahap dari 18 September hingga 4 Oktober 2026 untuk menjaga 523 ribu hektare lahan sawah, dengan cakupan sekitar 2.000 km jaringan irigasi di Wilayah Sungai Citarum.

"Hingga 3 Oktober operasi ini telah berhasil menambah ketersediaan air di tampungan sebesar 45,8 juta meter kubik," tutur Dian.

Dian menambahkan pihaknya juga melakukan koordinasi intensif antar-pengelola waduk untuk memastikan keandalan air irigasi, air baku, dan listrik tetap terjaga tanpa ada air terbuang percuma, serta normalisasi saluran irigasi pada titik yang menghambat laju aliran air.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.