Para Penari Kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi Mulai Latihan Gabungan
Minggu, 04 Okt 2026, 15:37 WIBBANYUWANGI â Penari kolosal Gandrung Sewu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai mematangkan persiapan melalui latihan gabungan untuk menyatukan gerak dan pola tari para peserta yang sebelumnya berlatih secara terpisah di daerah masing-masing.
Agenda tari kolosal Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi, pada 24 Oktober mendatang, dan atraksi kolosal pada tahun ini digelar pada malam hari.
Ketua Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi, Suko Prayitno, di Banyuwangi, Minggu(04/10), menyampaikan bahwa latihan gabungan perdana yang digelar di Stadion Diponegoro itu berjalan dengan baik, dan secara keseluruhan, kesiapan para penari dalam menguasai pola dan gerakan tari telah mencapai sekitar 75 persen.
"Peserta Gandrung Sewu tahun ini sangat cepat adaptasi, mempelajari pola dan gerak tari sehingga kami juga tidak terlalu kesulitan saat mengarahkan," ujarnya.
Atraksi Gandrung Sewu 2026, lanjutnya, juga melibatkan peserta dari sejumlah daerah di luar Banyuwangi, di antaranya dari Jakarta, Palembang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan, Malang dan Blitar.
Suko menjelaskan, latihan gabungan ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya para penari berlatih secara terpisah di wilayah masing-masing.
"Latihan gabungan ini akan kami gelar tiap akhir pekan untuk mematangkan penari," katanya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, atraksi Gandrung Sewu tahun ini menjadi pertama kalinya akan digelar pada malam hari.
Perubahan waktu tersebut, katanya, akan menghadirkan pengalaman visual berbeda dengan dukungan tata cahaya, gerak ribuan penari, atraksi drone, serta berbagai pertunjukan pendukung lainnya.
"Setiap tahun kami berupaya menghadirkan sesuatu yang baru dalam agenda Gandrung Sewu, dan tahun ini untuk pertama kalinya kami hadirkan pada malam hari. Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan," kata Bupati Ipuk.
Ia menambahkan, Gandrung Sewu 2026 mendapat dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, kolaborasi ini menghadirkan konsep baru berupa pertunjukan di suasana malam.
"Tradisi tidak harus diam di tempat, tapi bisa terus bergerak, beradaptasi dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya, dan esensi utama Gandrung Sewu tetap seni tari Gandrung itu sendiri, dengan gerak, irama, ekspresi dan nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur kami," tutur Ipuk.
Gandrung Sewu 2026 mengusung tema "Kembang Dermo", yang akan mengangkat kesakralan salah satu adat yang hidup dan berkembang di Banyuwangi.
Rangkaian Gandrung Sewu 2026 akan dimulai pada 22 Oktober, dengan penampilan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk, agenda berlanjut pada 23 Oktober dengan sajian Musik Jalanan dan Gandrung Terob.
Sementara pada 24 Oktober, rangkaian acara akan dimeriahkan Jaranan Show, Meras Gandrung, atraksi drone, pesta kembang api, hingga pementasan utama Gandrung Sewu.
- Gandrung Sewu Banyuwangi
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.