Kasus Antraks Ditemukan di Gunungkidul, Kementan Perkuat Pengendalian Penyakit Hewan
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 20:44 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKementan juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas kesehatan hewan serta berkonsultasi terlebih dahulu apabila akan melakukan lalu lintas ternak dari wilayah yang sedang dalam pemantauan.
Pengawasan, vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, dan komunikasi kepada masyarakat akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi masyarakat.
Kementan melalui Balai Besar Veteriner (BBV) Wates turut melakukan investigasi lapangan serta mengambil sampel tanah dan swab untuk mendukung peneguhan diagnosis. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan beberapa sampel positif bakteri Bacillus anthracis.
Kepala BBV Wates Nur Saptahidhayat mengatakan pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam memberikan kepastian diagnosis sehingga langkah penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Ia menegaskan peran pihaknya yakni memastikan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium. Dengan diagnosis yang dapat diteguhkan, respons dan langkah pengendalian dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
"Sekaligus menjadi dasar bagi koordinasi lintas sektor dalam pengendalian penyakit zoonosis,” ujar Saptahidhayat.
Menurut dia, penanganan penyakit zoonosis membutuhkan keterhubungan antara hasil pemeriksaan laboratorium, penyelidikan epidemiologi, tindakan kesehatan hewan, serta koordinasi dengan sektor kesehatan manusia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pemantauan dan pengendalian dilanjutkan sesuai prosedur kesehatan hewan, termasuk pengawasan kesehatan ternak di pasar serta evaluasi terhadap pelaksanaan dekontaminasi dan disinfeksi.
BBV Wates juga akan melakukan pengambilan sampel kembali sesuai tahapan yang telah ditetapkan untuk melihat kondisi lingkungan setelah penanganan dilakukan.
Koordinasi dengan sektor kesehatan manusia juga dilakukan sebagai bagian dari pendekatan terpadu dalam penanganan penyakit zoonosis.
Masyarakat yang memiliki riwayat paparan terhadap ternak maupun produk ternak telah mendapatkan penanganan dan pengobatan profilaksis dari petugas kesehatan.
Sementara itu, sisa daging yang belum dimasak atau belum dikonsumsi telah dimusnahkan oleh Puskeswan Semanu sesuai prosedur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!