Asian Games Nagoya 2026 Ditutup: Rekor Baru Tercipta, Kontroversi Bermunculan
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 13:56 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Jika saya harus memberikan nilai, nilainya F,” ujar Ryu.
Masalah lain muncul dari sisi jumlah penonton. Upacara pembukaan berlangsung dengan banyak kursi kosong, sementara beberapa pertandingan juga sepi penonton.
Semifinal sepak bola putri antara tuan rumah Jepang dan Korea Selatan, misalnya, hanya disaksikan 998 penonton di stadion berkapasitas 50.000 orang.
Presiden Komite Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto, mengakui bahwa penyelenggaraan Asian Games kali ini memang menghadapi sejumlah kendala.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Memang ada banyak masalah,” kata Hashimoto.
Namun, ia menegaskan Jepang tetap ingin menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional pada masa mendatang.
Menurut Hashimoto, cuaca buruk menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah pertandingan sepi penonton. Di sisi lain, beberapa cabang olahraga tetap mampu menarik massa dalam jumlah besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekitar 30.000 penonton hadir menyaksikan final sepak bola putra ketika Korea Selatan mengalahkan Jepang 1-0 untuk merebut medali emas.
Sayangnya, momen kemenangan itu juga diwarnai kesalahan teknis. Bendera Korea Selatan gagal dinaikkan dalam upacara penyerahan medali.
Dalam klasemen akhir, Jepang menempati posisi kedua dengan 83 medali emas. Mereka tertinggal jauh dari Tiongkok yang menjadi juara umum dengan 169 emas.
Jepang tetap memiliki kisah sejarah tersendiri. Yuki Kurihara memenangkan nomor eSports pada usia 11 tahun dan diyakini menjadi juara termuda sepanjang sejarah Asian Games.
Sejumlah cabang olahraga yang tengah berupaya masuk program Olimpiade juga melakukan debut di Asian Games kali ini. Di antaranya padel, mixed martial arts (MMA), dan taekwondo virtual.
Dengan segala rekor, prestasi, kontroversi, serta persoalan teknis yang menyertainya, Asian Games Nagoya-Aichi meninggalkan catatan yang beragam. Di satu sisi, para atlet muda menunjukkan masa depan olahraga Asia yang menjanjikan. Namun di sisi lain, penyelenggaraan ajang tersebut menjadi pelajaran penting bagi Jepang maupun tuan rumah Asian Games berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!