Prabowo Lantik Pratikno, Hatta Rajasa, dan Qodari Jadi Pimpinan Wantimpres, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim PenulisHatta Rajasa
Sementara itu, Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 18 Desember 1953. Ia merupakan lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Hatta memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Ia pernah menjabat Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 2001-2004, Menteri Perhubungan pada 2004-2007, Menteri Sekretaris Negara pada 2007-2009, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2009-2014.
Hatta juga pernah menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pemilu Presiden 2014, ia menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto.
Sebagai Wakil Ketua Wantimpres, Hatta mengatakan pihaknya akan berupaya memberikan masukan, saran, dan nasihat kepada Presiden untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan.
"Kami berusaha keras untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan memberikan masukan-masukan terbaik, saran-saran terbaik, dan tentu juga sebagaimana disampaikan undang-undang, nasihat terbaik kepada Bapak Presiden," kata Hatta.
Hatta juga menekankan bahwa Wantimpres memiliki ketentuan untuk menjaga kerahasiaan nasihat yang disampaikan kepada Presiden.
"Jangan pernah bertanya nasihat apa yang diberikan kepada Presiden. Karena berdasarkan undang-undang kami dilarang untuk menyampaikan itu," ujarnya.
Muhammad Qodari
Adapun Muhammad Qodari merupakan peneliti dan pengamat politik yang kemudian mendapat sejumlah penugasan di pemerintahan Presiden Prabowo.
Qodari lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 15 Oktober 1973. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan magister bidang political behaviour di University of Essex, Inggris. Qodari kemudian meraih gelar doktor Ilmu Politik dari UGM.
Dalam perjalanan kariernya, Qodari pernah menjadi peneliti di Institut Arus Informasi (ISAI) dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Ia kemudian menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI), Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia, serta mendirikan Indo Barometer pada 2006.
Qodari kemudian masuk pemerintahan Presiden Prabowo. Ia sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024, kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada September 2025. Pada April 2026, ia dipercaya menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Prabowo kemudian melantik Qodari sebagai Sekretaris Wantimpres merangkap anggota. Pada hari yang sama, Syahganda Nainggolan dilantik sebagai Kepala Bakom RI menggantikan Qodari.
Sebagai Sekretaris Wantimpres, Qodari mengatakan tugasnya berkaitan dengan dukungan terhadap pengelolaan organisasi dan pimpinan Wantimpres.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!