Kopi Sajang Dipacu, BI NTB Bidik Produksi dan Kualitas Makin Tinggi
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 21:00 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk harga, green bean robusta berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Sementara itu, green bean arabika mencapai sekitar Rp150.000 per kilogram.
"Di 3 tahun terakhir ini harga kopi memang rata-rata, cukup tinggi," ucapnya.
Ruslan mengatakan produksi kopi yang dihasilkan petani saat ini hampir seluruhnya terserap pasar. Bahkan, stok Arabika untuk green bean sudah sangat terbatas.
"Produksi habis terjual. Sekarang kami stok untuk Arabika sudah limit sekali, Pak," ujarnya.
Koperasi, kata dia, menyisihkan sebagian hasil panen untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Rinjani. Sebagian lainnya digunakan untuk produksi kopi bubuk.
Ruslan mengatakan peningkatan produksi kopi masih menghadapi keterbatasan lahan. Sebagian besar lahan pertanian kopi di Desa Sajang merupakan lahan hak milik sehingga ruang untuk memperluas areal tanam relatif terbatas.
Ada juga petani yang memanfaatkan kawasan hutan dengan skema hutan kemasyarakatan (HKm). Lokasinya di wilayah Bawak Nao, Kecamatan Sembalun.
Meski menghadapi keterbatasan lahan, Ruslan menilai dukungan BI dapat membantu petani meningkatkan produksi dan menjaga keberlanjutan usaha kopi.
Produksi kopi arabika di Desa Sajang saat ini mencapai sekitar 20 ton dalam satu musim. Sementara produksi robusta jauh lebih besar, yakni sekitar 300 hingga 400 ton dalam satu musim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!