Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Penajam Selaraskan Penataan Ruang dengan IKN

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 03:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabupaten Penajam  Selaraskan Penataan  Ruang dengan IKN Doc: Antara
Ket. Suasana Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

PENAJAM PASER UTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menyelaraskan penataan ruang kabupaten setempat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang yang dibangun di sebagian wilayah daerah itu, yakni di Kecamatan Sepaku.

“Penataan ruang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan kabupaten,” ujar Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro ketika ditanya mengenai pembangunan kabupaten berbarengan IKN di Penajam, Kamis (1/10).

Penyelarasan penataan ruang harus dilakukan untuk pembangunan dan batas wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan ibu kota negara baru Indonesia, karena Kecamatan Sepaku bakal diambil alih Otorita IKN.

Tiga titik batas wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan IKN telah dilakukan pemasangan tapal batas dan menunggu keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni wilayah Kelurahan Pemaluan, Kelurahan Maridan dan Desa Telemow, Kecamatan Sepaku.

Tetapi, sebagian wilayah Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku masih tetap menjadi wilayah administrasi Kabupaten Penajam Paser Utara. “Harmonisasi atau penyelarasan penataan ruang dengan perkembangan wilayah dan pembangunan IKN menjadi perhatian,” jelasnya.

Dinamika pembangunan IKN menjadi perhatian, karena Kabupaten Penajam Paser Utara berada di sekitar kawasan ibu kota baru Indonesia itu menghadapi perubahan perkembangan wilayah yang perlu diikuti dengan penataan ruang yang selaras.

Harmonisasi perlu dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan IKN, kata dia, agar perkembangan wilayah dapat berjalan beriringan dengan penyelarasan tata ruang.

Sejumlah pembangunan di kabupaten juga diselaraskan dengan pembangunan IKN dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029, guna keselarasan penataan ruang dengan perkembangan wilayah dan pembangunan ibu kota baru Indonesia, demikian Hadi Saputro.

Sementara itu, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melanjutkan ruang dialog persuasif dengan warga yang masih menempati kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kecamatan Sepaku.

“Siapa pun yang menduduki kawasan hutan konservasi di Tahura Bukit Soeharto kami imbau untuk keluar dan mengembalikan lahan-lahan itu kepada negara sebagaimana diatur dalam undang-undang,” kata Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Irjen Edgar Diponegoro di Nusantara, Minggu. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.