Intelijen Belanda Peringatkan Teknologi dalam Mobil Modern Bisa untuk Memata-matai Anda

Jumat, 02 Okt 2026, 00:03 WIB

AMSTERDAM - Badan Intelijen dan Keamanan Umum Belanda (AIVD) memperingatkan meningkatnya risiko spionase melalui teknologi yang terpasang pada kendaraan modern. Fitur seperti kamera, mikrofon, GPS, dan sistem telematika disebut dapat mengumpulkan berbagai informasi mengenai pengemudi, penumpang, kendaraan, hingga lingkungan di sekitarnya.

Dari The Guardian, dalam dokumen yang dirilis AIVD, badan tersebut menyebut kendaraan kini semakin terhubung dengan internet dan dilengkapi sistem digital yang mengumpulkan data dalam jumlah besar. Data tersebut, menurut AIVD, secara teknis dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk aktor negara.

Ket. Foto: Sistem navigasi GPS, modul telematika, dan perangkat pengisian daya dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai kendaraan serta lokasi pengemudi dan mengirimkannya ke pihak lain. — Sumber: Istimewa

AIVD secara khusus memperingatkan bahwa pada sejumlah kendaraan, mikrofon dan kamera dapat diaktifkan dari jarak jauh. Kemampuan tersebut berpotensi digunakan untuk mendengarkan percakapan maupun merekam aktivitas di dalam dan sekitar kendaraan.

Badan intelijen Belanda itu menyarankan agar masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap risiko keamanan ketika menggunakan kendaraan modern, terutama ketika berada di lokasi sensitif.

AIVD juga memperingatkan agar pengguna tidak melakukan percakapan rahasia di dalam atau di sekitar kendaraan, serta berhati-hati menggunakan kendaraan yang dilengkapi kamera eksternal ketika bepergian ke lokasi yang sensitif.

Risiko juga dapat muncul ketika ponsel atau perangkat lain dihubungkan ke kendaraan melalui Bluetooth, Wi-Fi, maupun sistem pengisian daya. Menurut AIVD, koneksi tersebut secara teknis dapat membuka kemungkinan pengambilan data dari perangkat yang terhubung melalui sistem kendaraan.

Selain itu, sistem navigasi GPS, modul telematika, dan perangkat pengisian daya dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai kendaraan serta lokasi pengemudi dan mengirimkannya ke pihak lain.

Peringatan AIVD tersebut tidak menyebut negara tertentu. Namun, isu keamanan kendaraan terkoneksi muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Barat terhadap penggunaan mobil buatan China.

Di Inggris, merek-merek asal China kini menguasai sekitar 15 persen registrasi mobil baru. Data Society of Motor Manufacturers and Traders menunjukkan hampir 175.000 kendaraan merek China terdaftar di Inggris pada paruh pertama 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

MG, BYD, dan Jaecoo termasuk merek yang mendorong peningkatan tersebut. Popularitas kendaraan itu antara lain didorong harga yang kompetitif serta kelengkapan teknologi digital.

Kekhawatiran keamanan kendaraan juga sebelumnya muncul di Inggris. Perusahaan pertahanan yang bekerja untuk pemerintah Inggris dilaporkan memperingatkan staf agar tidak menghubungkan ponsel mereka dengan mobil listrik buatan China karena potensi risiko terhadap data sensitif.

Kementerian Pertahanan Inggris juga menyatakan telah bekerja dengan sejumlah departemen pemerintah untuk memahami dan mengurangi potensi ancaman keamanan nasional yang berasal dari kendaraan.

Pada 2026, kendaraan dengan komponen buatan China bahkan dilaporkan dilarang berada di sejumlah fasilitas militer sensitif Inggris.

Peringatan Belanda ini muncul bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap potensi penggunaan teknologi sipil sebagai sarana pengumpulan informasi. AIVD menekankan bahwa persoalannya bukan semata-mata asal negara sebuah kendaraan, tetapi bagaimana sistem digital, konektivitas, dan data yang dikumpulkan kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak lain.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.