Garuda Indonesia Mulai Bangkit, Pendapatan Naik 16 Persen dan Rugi Bersih Menyusut di Tengah Tekanan Avtur
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim PenulisKedua, pengendalian biaya di luar avtur. Saat beban avtur naik 43,6 persen, biaya non-bahan bakar hanya naik 3,9 persen menjadi sekitar 1,07 miliar dolar AS. Rasio biaya non-avtur terhadap pendapatan turun menjadi 59,7 persen dari 66,7 persen. Artinya dari setiap 1 dolar AS pendapatan, biaya di luar avtur sekitar 60 sen, turun dari 67 sen.
Total beban usaha naik 16,4 persen, namun sekitar 84 persen dari tambahan beban tersebut berasal dari avtur. Beban komisi agen turun 6,2 persen menjadi 33,6 juta dolar AS meski pendapatan tumbuh dua digit.
Ketiga, penurunan beban keuangan dan utang. Beban keuangan turun 11,6 persen menjadi 222,4 juta dolar AS dari 251,6 juta dolar AS dengan beban bunga dari liabilitas sewa, obligasi, dan utang usaha seluruhnya lebih rendah.
Total pinjaman, termasuk liabilitas sewa, obligasi, dan pinjaman bank, turun 4,0 persen menjadi 3,76 miliar dolar AS per 30 Juni 2026 dari 3,92 miliar dolar AS pada akhir 2025. Liabilitas sewa turun menjadi 2,34 miliar dolar AS setelah perseroan membayar pokok sewa 158,9 juta dolar AS.
Arus kas operasional tercatat positif 253,1 juta dolar AS. Kas dan setara kas per akhir Juni 2026 sebesar 624,3 juta dolar AS.
Perbaikan kinerja Garuda sebelumnya telah disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8).
Menurut Presiden, Garuda yang sempat hampir dipailitkan dan memiliki puluhan pesawat grounded kini berhasil mengaktifkan kembali pesawat-pesawat tersebut.
"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," ujar Presiden.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria pada akhir Maret 2026 menyebut tekanan kinerja Garuda sepanjang 2025 merupakan kondisi sebelum intervensi berjalan.
Salah satu penyebabnya adalah banyaknya pesawat grounded yang tetap menimbulkan beban sewa.
Dony memperkirakan dampak intervensi tersebut akan terlihat pada kuartal I dan kuartal II 2026. "Tidak cukup hanya dengan memberikan pendanaan, tetapi juga harus diikuti transformasi bisnis," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!