SME DigitalFest 2026 Bahas Strategi UMKM Memanfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 18:17 WIB | Oleh: Haryo BronoAI untuk Operasional dan Pengalaman Pelanggan
Pembahasan mengenai transformasi UMKM berlanjut dalam diskusi panel “3 Sudut Pandang UMKM Naik Kelas di Era AI”. Sesi ini menghadirkan Ketua Umum ADIGSI Firlie H. Ganinduto, Social Impact Partner SDG Impact Partners Nur Hasan, serta CX Consultant sekaligus Co-founder Retensi AI Yanuar Rezqi.
Diskusi tersebut membahas pengembangan UMKM dari sejumlah perspektif, termasuk ekosistem digital, keamanan siber, dampak sosial, dan pengalaman pelanggan (customer experience).
Pada sesi lain, Founder Dapur Bu Sastro, Izma Yuliansyah, mengangkat tema “Warisan Rasa, Cara Kerja Baru: Modernisasi Bisnis Tanpa Kehilangan Jati Diri”. Materi ini membahas peluang modernisasi usaha berbasis tradisi tanpa menghilangkan identitas produk dan bisnis.
AI Visual Director Brillian Fairiandi juga memaparkan materi “AI Bukan Cuma Buat ChatGPT: Mitos & Realita AI untuk Bisnis Kecil” untuk memperluas pemahaman peserta mengenai penggunaan AI di luar layanan percakapan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Marketing Lead Mekari Desty, Timothy Santoso, membahas pemanfaatan sistem bisnis terintegrasi untuk mendukung penjualan daring dan luring.
“Dengan sistem Mekari Desty, pelaku usaha dapat mengelola toko online, stok inventaris, hingga toko offline di banyak cabang dari satu sistem, sehingga operasional menjadi jauh lebih efisien tanpa harus menambah banyak headcount,” kata Timothy pada acara konferensi tersebut.
Ia menilai, salah satu tantangan digitalisasi UMKM adalah masih adanya pelaku usaha yang belum memahami langkah awal untuk beralih ke sistem digital. Karena itu, pembelajaran dan kesiapan untuk mencoba teknologi baru menjadi bagian penting dari proses transformasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kompetisi dan Praktik Pemanfaatan AI
Selain seminar dan diskusi, SME DigitalFest 2026 menghadirkan GROWpreneur Competition 2026. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mempresentasikan bisnis dan produknya di hadapan para praktisi industri.
Setelah melewati proses registrasi dan seleksi, para finalis mengikuti sesi presentasi bisnis atau pitching serta tanya jawab dengan dewan juri. Juri terdiri atas Indra Hartawan, Partner of Avonetiq Alexandro Wibowo, dan Head of Community Development and Government Relations UMKMall Siti Desiree Nasfhia.
Kompetisi tersebut dimenangkan Steven dari Reka Tridi. Ia berhak memperoleh Exabytes Credit yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnisnya.
Steven mengatakan, kompetisi tersebut memberinya pengalaman baru sekaligus kesempatan memperluas jaringan dengan pelaku industri dan mitra ekosistem digital. Ia juga melihat peluang penggunaan AI untuk membantu sejumlah pekerjaan yang sebelumnya memerlukan lebih banyak tenaga dan waktu.
“Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang, seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi yang baik untuk SEO, kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja,” ujarnya.
Untuk memberikan pengalaman langsung, penyelenggara turut mengadakan workshop “Dari Ide Jadi Solusi dalam 30 Menit dengan AI” yang dipandu oleh Alexandro Wibowo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!