Krisis RAM Menggila Gara-Gara AI Bikin Harga Smartphone Meroket, Ini Solusi Terbarunya!
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 17:55 WIB | Oleh: OpikHBC merupakan arsitektur memori yang diklaim dapat mengatasi keterbatasan akses memori atau memory wall dalam komputasi kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI).
Arsitektur HBC mengadopsi pendekatan hibrida dengan menumpuk memori LPDDR secara vertikal dalam ruang tiga dimensi (3D).
Teknologi tersebut menggunakan sejumlah lapisan memori untuk menggantikan fungsi High Bandwidth Memory (HBM) generasi saat ini.
Qualcomm, yang berpengalaman mengembangkan teknologi LPDDR, menawarkan HBC sebagai solusi yang lebih hemat daya dengan bandwidth hingga 133 TB/s dan kapasitas memori tertumpuk hingga 768 GB untuk mendukung beban kerja AI.
Kemampuan arsitektur memori yang dijadwalkan dirilis awal 2027 itu disebut melampaui HBM4, yang saat ini menawarkan bandwidth sekitar 3,3 TB/s untuk setiap tumpukan memori.
"Dengan adanya HBC, ke depannya kami dapat membantu membuat konfigurasi memori yang lebih efisien," kata Don McGuire.
Ia menambahkan, adopsi HBC tetap bergantung pada ketersediaan pasokan memori.
Don McGuire menjelaskan, pasokan memori setiap produsen perangkat atau original equipment manufacturer (OEM) berbeda.
Sebagian produsen perangkat memiliki divisi internal yang memproduksi memori. Namun, ada pula produsen yang harus membeli komponen itu dari perusahaan lain.
Qualcomm berharap krisis pasokan memori bisa mereda pada akhir 2027 hingga awal 2028.
Don mengatakan bahwa perusahaan saat ini tidak menghadapi masalah pasokan dalam memproduksi cip Snapdragon.
"Kami tidak memiliki masalah kelangkaan chipset, jadi kami dapat memasok cip Snapdragon ke pelanggan kami sebanyak yang mereka inginkan," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!