Jamintel Reda Resmikan SAE Bergas, Satlinmas Kini Juga Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 13:12 WIB | Oleh: Henri pelupessySEMARANG - Menjaga keamanan kampung tak selalu harus berhenti di pos ronda. Di Sidorejo, Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, peran anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) mulai diarahkan ke ruang yang lebih luas, yakni ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui Setepeng Agrowisata Edukasi (SAE), kawasan pemberdayaan masyarakat seluas 2,2 hektare di Sidorejo, Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
SAE diresmikan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Prof Reda Manthovani, didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH, yang pada kesempatan tersebut baru saja dilantik sebagai Ketua DPD Aslinmas Provinsi Jawa Tengah, Rabu (30/9).
Begitu memasuki kawasan SAE, konsep pemberdayaan itu terlihat dari berbagai fasilitas yang dikembangkan. Ada kandang ayam petelur, kolam ikan dengan sistem bioflok, hingga greenhouse yang disiapkan sebagai ruang belajar sekaligus tempat produksi.
Bagi Reda, konsep tersebut memiliki makna lebih jauh. Satlinmas tidak hanya ditempatkan sebagai unsur yang membantu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, tetapi juga diberi ruang untuk memiliki aktivitas ekonomi produktif.
“Agrowisata ini juga bisa menjadi peluang bagi anggota Aslinmas untuk mendapatkan pendapatan tambahan, apalagi jika mereka belum mendapatkan insentif dari pemerintah masing-masing,” kata Reda.
Menurut dia, pemberdayaan ekonomi dan keamanan lingkungan memiliki hubungan yang saling menguatkan. Ketika masyarakat memiliki kegiatan produktif dan keamanan wilayah terjaga, lingkungan usaha pun menjadi lebih kondusif.
“Kalau keamanan terjaga, iklim berusaha juga aman. Pengusaha pun tenang karena iklim berusaha lebih terjaga,” ujarnya.
Bukan Mengandalkan APBD
Yang menarik dari SAE adalah pola pembiayaannya. Pengembangan kawasan tersebut tidak semata-mata mengandalkan anggaran pemerintah daerah, tetapi dibangun melalui kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Di kawasan tersebut dibangun kandang ayam petelur dengan kapasitas sekitar 2.000 ekor, dua unit greenhouse, serta empat kolam ikan yang digunakan untuk budidaya nila dan lele.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan SAE disiapkan bukan hanya untuk Aslinmas, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi petani milenial, masyarakat umum, BPD, ASN maupun non-ASN yang memasuki masa pensiun.
“Pengelolaannya dilakukan secara kolaboratif bersama organisasi kemasyarakatan, DPC Aslinmas dan DPD Abpednas Kabupaten Semarang,” kata Ngesti.
Total investasi pembangunan kandang, greenhouse dan kolam ikan mencapai sekitar Rp780 juta. Sementara pembangunan jalan mendapat dukungan CSR Bank Jateng sebesar Rp250 juta. Dengan demikian, nilai pengembangan kawasan mencapai sekitar Rp1,03 miliar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!