Harga Ikan Laut di Papua Pegunungan Mahal, Gubernur Ungkap Solusi yang Disiapkan
Kamis, 01 Okt 2026, 05:19 WIBWAMENA - Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan kerja sama perdagangan antar daerah misalnya antara Pemprov Papua Pegungan dengan Kabupaten Biak Numfor, Papua, terbukti mampu memperluas pasar hasil pertanian masyarakat sekaligus menekan tingkat kemahalan ikan laut di wilayah pegunungan.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dalam keterangannya di Wamena, Rabu, mengatakan kerja sama ekonomi harus terus dikembangkan, dan dengan Pemkab Biak, kerja sama telah berjalan sejak 2025 melalui perdagangan hasil pertanian dan perikanan dan terus dilanjutkan pada 2026.
âTahun lalu kami sudah mengirimkan sayuran dan buah-buahan segar dari Papua Pegunungan ke Kabupaten Biak Numfor, sedangkan dari Biak telah mengirim ikan segar ke Papua Pegunungan. Kelanjutan ini harus terus dilaksanakan dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi antardaerah di Papua,â katanya.
Menurut dia, perdagangan antardaerah tersebut membuka pasar bagi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Papua Pegunungan. Sebaliknya, pasokan ikan segar dari Biak Numfor diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus menekan harga ikan laut di Papua Pegunungan.
âHasil pertanian dan perkebunan masyarakat pemerintah beli dan mengirimkannya ke Biak. Dari Biak mereka mengirimkan ikan segar ke Papua Pegunungan sehingga akan menekan angka kemahalan ikan laut di sini,â ujarnya.
John mengatakan pemerintah daerah telah menggelar rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk memastikan keberlanjutan perdagangan komoditas kedua wilayah.
Dalam skema tersebut, Dinas Pertanian bertugas menyiapkan hasil pertanian dan perkebunan, sementara Dinas Koperasi dan UKM berperan dalam penghimpunan komoditas masyarakat serta penjadwalan pengiriman.
Adapun Dinas Perindustrian dan Perdagangan menangani kerja sama perdagangan antardaerah, sedangkan Dinas Perikanan terlibat dalam pemenuhan komoditas perikanan.
âDinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan harus berkolaborasi supaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,â katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Alpius Yigibalom mengatakan koperasi disiapkan sebagai pihak yang menjalankan kegiatan penghimpunan dan distribusi komoditas dalam kerja sama tersebut.
Ia menambahkan, koperasi akan menampung hasil perkebunan dan pertanian masyarakat Papua Pegunungan sebelum dikirim ke Biak Numfor. Mekanisme serupa diterapkan terhadap hasil perikanan dari Biak yang akan dipasarkan di Papua Pegunungan.
âKoperasi inilah yang memiliki tugas dalam menampung hasil perkebunan maupun pertanian masyarakat sebelum dikirim ke Biak, begitu pula hasil perikanan di Biak ditampung dan dikirim ke Papua Pegunungan,â ujarnya.
Kerja sama tersebut diharapkan memperpendek rantai distribusi pangan, memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat, serta meningkatkan ketersediaan komoditas perikanan bagi konsumen di Papua Pegunungan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut
-
Sentimen Global Dominan - 11 September 2026
-
PSS Sleman Siap Bikin Kejutan! Madura United Jadi Ujian Berat
-
Krisis Sampah Makin Pelik, 75 Persen Belum Tertangani
-
91 Persen Rumah Tak Layak Huni di Papua Pegunungan, Pemerintah Siapkan Rp1,5 T Bangun 2.200 Rumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.