Kulkas Supermarket Prancis Tiba-tiba Memanas Sendiri, Ternyata Kena Serangan Siber

Senin, 12 Okt 2026, 20:37 WIB

PARIS - Jaringan supermarket besar Prancis, Intermarché dan Cooperative U, menjadi sasaran serangan siber yang menyebabkan lemari pendingin mereka mencair, demikian disampaikan kedua ritel tersebut kepada AFP pada Senin (12/10).

Sekitar 150–200 gerai Intermarché menjadi sasaran, bersama dengan hampir 100 gerai Cooperative U, dalam serangan tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Gabriel BOUYS

Jaksa Penuntut Umum Paris mengonfirmasi serangan tersebut, yang dilaporkan juga menimpa jaringan supermarket besar lainnya, dan juga menyebutkan bahwa serangan itu memicu terjadinya kebakaran.

BFM TV melaporkan bahwa jaringan supermarket terbesar di Prancis, E. Leclerc, juga terkena dampaknya, dengan para peretas “berhasil memicu pencairan paksa sistem pendingin di sejumlah toko dari jarak jauh”.

Cabang-cabang yang terkena dampak harus “membuang semua produk” yang masih segar dan beku, demikian disampaikan Intermarche kepada AFP.

Situs web berita khusus sektor ritel Prancis, jebosseengrandedistribution.fr, menyebutkan bahwa raksasa ritel lainnya, Carrefour Market dan Monoprix, juga terkena dampaknya, namun kedua perusahaan tersebut belum mengonfirmasi hal ini.

Direktur Utama Cooperative U, Dominique Schelcher, menggambarkan serangan tersebut sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya” dan mengonfirmasi bahwa serangan siber tersebut telah memengaruhi sistem pendingin sejak Minggu (11/10).

“Menargetkan peralatan yang sangat penting bagi pelestarian produk segar dan pasokan pangan bagi masyarakat Prancis merupakan hal yang sangat serius dan belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini tidak dapat diterima,” tulisnya di X.

Ia menambahkan bahwa tim perusahaan telah “sepenuhnya dimobilisasi” untuk memulihkan situasi secepat mungkin.

“Penyelidikan akan diperlukan untuk mengungkap sepenuhnya serangan ini,” tambahnya.

Kantor Kejaksaan Paris mengonfirmasi kepada AFP bahwa penyelidikan telah dibuka terkait “serangan siber berskala besar yang memengaruhi lemari pendingin beberapa rantai ritel makanan besar di seluruh Prancis”.

Penyelidikan tersebut akan membantu “mengidentifikasi para korban dan mengaitkan kejadian tersebut dengan kerugian yang mereka laporkan terkait hilangnya bahan pangan serta terjadinya kebakaran”, kata kantor kejaksaan.

Intermarché mengecam tindakan dan kerugian finansial yang diakibatkan oleh serangan tersebut, tanpa menyebutkan angka pastinya, serta memperingatkan bahwa mungkin akan timbul masalah terkait polis asuransi yang tidak “mencakup jenis” insiden di dalam toko seperti ini.

BFM TV melaporkan bahwa suhu “diubah dari jarak jauh, yang mengakibatkan kerusakan pada stok produk segar dan beku”.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi kekacauan yang dapat ditimbulkan di Eropa di semua sektor akibat serangan siber oleh pelaku jahat. AFP

  • kulkas
  • serangan siber
  • Intermarché

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.