Alexandra Eala Melaju ke Semifinal Asian Games, Didukung Penggemar Fanatik Filipina
Kamis, 01 Okt 2026, 00:06 WIBNAGOYA, JEPANG â Bintang tenis Filipina, Alexandra Eala, melangkah ke semifinal nomor tunggal putri Asian Games setelah tampil impresif di Nagoya, Jepang, Rabu (30/9). Perjalanan Eala menuju babak empat besar mendapat dukungan meriah dari para penggemarnya yang datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan sang idola.
Petenis peringkat 18 dunia sekaligus salah satu kandidat kuat peraih medali emas tunggal putri itu harus bekerja keras pada set pertama sebelum menaklukkan petenis Taiwan kelahiran Inggris, Joanna Garland, dengan skor 7-5, 6-0.
Kemenangan tersebut mengantarkan Eala ke semifinal sekaligus menjaga peluangnya meraih medali emas. Juara turnamen Asian Games juga berhak mendapatkan tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
âBisa mewakili negara saya dan tampil di ajang seperti ini, SEA Games, Asian Games, dan mudah-mudahan Olimpiade, sangat dekat dengan hati saya dan menjadi bagian besar dari impian saya,â kata Eala.
âSaya pikir ajang-ajang ini sangat menyenangkan, sangat kompetitif, dan menjadi pengalaman luar biasa bagi saya,â lanjutnya.
Dukungan terhadap Eala terasa kuat di tribun. Kelompok-kelompok penggemar Filipina yang mengenakan pakaian berwarna biru terlihat mengibarkan bendera negaranya dan terus memberikan sorakan kepada Eala yang kini berusia 21 tahun.
Popularitas Eala di Filipina meningkat pesat setelah bulan lalu ia menjadi petenis pertama dari Filipina yang menjuarai turnamen WTA Tour. Prestasi tersebut turut memicu meningkatnya perhatian terhadap olahraga tenis di negaranya.
Cristina Dacudao, salah seorang penggemar yang datang langsung dari Manila, mengatakan Eala telah menjadi sosok yang bisa dijadikan panutan generasi muda Filipina.
âDia adalah contoh yang bisa diidolakan oleh anak-anak muda Filipina, baik laki-laki maupun perempuan,â kata Dacudao kepada AFP.
âSuatu hari mereka juga bisa menjadi seperti dia. Anda tidak harus tinggi, berkulit putih, atau keturunan Kaukasia,â tambahnya.
Eala memang sedang berada dalam periode penting dalam kariernya. Pada bulan ini, ia berhasil mencapai babak ketiga US Open dan tampil di hadapan penonton yang memenuhi Flushing Meadows dengan atmosfer yang sangat meriah.
Suasana di lapangan utama Asian Games jauh lebih tenang. Suara tonggeret dari pepohonan di sekitar arena bahkan terdengar selama pertandingan.
Setelah beberapa hari pertandingan terganggu hujan, laga Eala akhirnya berlangsung di bawah sinar matahari sore.
Eala sempat kesulitan menghadapi Garland yang menempati peringkat 143 dunia. Garland sendiri lahir di Inggris sebelum pindah ke Taiwan ketika berusia 10 tahun.
Pada set pertama, servis Eala dua kali dipatahkan. Ia juga hanya mampu mengonversi tiga dari 12 peluang break point yang didapat.
Eala bahkan harus menyelamatkan situasi kritis ketika tertinggal 0-40 saat melakukan servis. Setelah berhasil mempertahankan servis, ia meluapkan kegembiraan dengan teriakan keras.
Namun, permainan Eala berubah drastis pada set kedua. Ia langsung mematahkan servis Garland pada gim pertama dan kemudian melaju tanpa hambatan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan telak 6-0.
âKalah selalu menjadi sebuah kemungkinan. Itulah yang membuat tenis begitu sulit dan sekaligus membuat tenis begitu menarik,â ujar Eala.
âAnda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan tidak boleh lengah,â tambahnya.
Eala memutuskan melewatkan turnamen bergengsi China Open di Beijing demi memperkuat Filipina di Asian Games. Edler Panlilio, yang tinggal di Filipina dan mengaku sebagai teman lama keluarga Eala, menilai keputusan tersebut menunjukkan kecintaan sang petenis terhadap negaranya.
âDia memilih mewakili negaranya dibandingkan mengikuti tur,â kata Panlilio yang datang ke Jepang bersama keluarganya untuk menyaksikan Eala. âHal itu menunjukkan betapa berbeda dirinya,â lanjutnya.
Tidak semua penggemar Eala harus terbang jauh dari Filipina. Jepang memiliki komunitas warga Filipina yang besar, sementara Nagoya merupakan salah satu pusat komunitas tersebut.
Dacudao bahkan menggambarkan popularitas Eala seolah membuat setiap tempat menjadi kandang sendiri.
âRasanya seperti seluruh dunia adalah lapangan kandangnya,â ujar Dacudao. âLihat bagaimana dia memperlakukan para penggemarnya. Dia tidak pernah menolak siapa pun. Seolah-olah dia tidak pernah berubah,â tambahnya.
- Alexandra Eala
- asian games 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Bebas Macet Parah, Rekayasa Lalu Lintas Manggarai Akhirnya Dicabut Usai LRT Rampung 99 Persen
-
Rela Lepas Asian Games 2026, Ini Alasan Janice Tjen dan Pelti Pertaruhkan Demi Australian Open
-
Sebaran Abu Vulkanik Terpantau Tipis di Kepulauan Seribu
-
Rahmat Erwin Tambah Emas, Indonesia Naik ke Peringkat 14 Klasemen Medali Asian Games 2026
-
Peraih Medali Emas Asian Games Mendapat Bonus Rp3 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.