Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI-Tiongkok Percepat IDC-CEPA, Persaingan Dagang Makin Sengit

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI-Tiongkok Percepat IDC-CEPA, Persaingan Dagang Makin Sengit Doc: ANTARA/ HO-Kemendag
Ket. Ilustrasi -Sejumlah pengunjung melihat produk kriya asal Indonesia dalam pameran The 22nd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2025 di Guangxi, Tiongkok pada 17-21 September 2025.

JAKARTA – Indonesia dan Tiongkok sepakat mempercepat persiapan perundingan Indonesia-Tiongkok Comprehensive Economic Partnership Agreement (IDC-CEPA) untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil pertemuan bilateral antara Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi dan Direktur Jenderal Perdagangan Internasional dan Urusan Ekonomi Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM) Chen Chao di Kantor MOFCOM, Beijing.

Edi mengatakan CEPA diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dengan mengedepankan kerja sama yang saling melengkapi.

“Saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat hubungan ekonomi melalui CEPA. Kami ingin CEPA mengedepankan kerja sama yang saling melengkapi, bukan saling bersaing, sehingga manfaatnya dirasakan kedua belah pihak,” kata Edi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/9).

Ia memaparkan Tiongkok merupakan tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia.

Sepanjang 2025, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok mencapai 64,82 miliar dolar AS, atau meningkat 7,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi investasi, Tiongkok dan Hong Kong juga masuk dalam tiga besar negara asal penanaman modal asing (PMA) di Indonesia pada 2025, dengan realisasi masing-masing sebesar 7,5 miliar dolar AS dan 10,6 miliar dolar AS.

Meski memiliki hubungan perdagangan dan investasi yang kuat, Indonesia dan Tiongkok belum memiliki perjanjian perdagangan bilateral.

Selama ini, kerja sama perdagangan kedua negara berlangsung dalam kerangka ASEAN-Tiongkok Free Trade Area (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Pihak Tiongkok menyambut baik ajakan tersebut. Chen Chao optimistis CEPA akan membawa manfaat bagi pelaku usaha di kedua negara.

Selanjutnya, kedua pihak akan bersama-sama memetakan cakupan kerja sama yang akan dituangkan dalam perjanjian tersebut.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini. Kami juga akan melibatkan kamar dagang dan asosiasi usaha agar CEPA benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha,” ungkap Deputi Edi.

Selain pembahasan CEPA, Indonesia dan Tiongkok turut membahas pengembangan ekonomi hijau melalui Green Partnership Agreement for Development (GPAD), sebuah inisiatif Tiongkok untuk memperkuat perdagangan dan investasi hijau, terutama bagi negara-negara berkembang.

“Bagi kami, implementasi adalah yang utama. Kerja sama ekonomi hijau tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus bisa dijalankan dan memberi nilai tambah,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.