Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengusaha Mongolia Bidik Kerja Sama Baru, Farmasi hingga Energi Jadi Incaran

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 05:34 WIB | Oleh:

"Dengan kata lain, kedua negara kita dapat saling menawarkan pengalaman perjalanan yang sangat berbeda dan menarik. Oleh karena itu, selain sekadar menarik wisatawan, kita perlu menjajaki peluang untuk menghubungkan secara langsung perusahaan pariwisata dari kedua negara serta mengembangkan produk dan program pariwisata bersama," jelas Baatarjav.

Ia menegaskan kedutaan besar, kamar dagang, dan organisasi bisnis dari kedua negara perlu berupaya lebih aktif untuk meningkatkan akses terhadap informasi bisnis serta saling bertukar informasi mengenai persyaratan pasar, standar, dan aspek teknis.

Sedangkan Atase Perdagangan KBRI Beijing Junita Syartika dalam acara yang sama mengatakan Indonesia memiliki berbagai komoditas seperti buah-buahan tropis dan produk olahan buah yang dapat diekspor. Selain itu juga tersedia berbagai rempah-rempah berkualitas tinggi.

"Anda tidak akan menemukan rempah-rempah yang persis sama kualitasnya dengan yang berasal dari Maluku dan Sulawesi di tempat lain," kata Junita.

Namun, berbeda dengan catatan Baatarjav, berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan RI, total nilai perdagangan RI-Mongolia pada 2025 adalah sebesar 56,6 juta dolar AS, yang didominasi oleh ekspor Indonesia sebesar 49,5 juta dolar AS. Sementara itu, impor Indonesia dari Mongolia hanya sebesar 6,5 juta dolar AS.

"Angka ini menunjukkan nilai perdagangan yang relatif kecil. Kita perlu menjajaki lebih banyak produk dari Indonesia, dan Indonesia juga akan menjajaki produk dari Mongolia terlebih kita tahu bahwa wol dan produk-produk lain dari Mongolia memiliki kualitas yang sangat baik," tambah Junita.

Ia juga mengajak para pengusaha dari Mongolia untuk ikut dalam Trade Expo Indonesia 2026 pada 14-18 Oktober 2026 agar dapat lebih mempromosikan produk-produk dari Mongolia.

Para pelaku usaha dari Indonesia yang hadir dalam forum bisnis tersebut antara lain Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia di China (INACHAM) Liky Sutikno, anggota INACHAM lain maupun perwakilan dari PT Rempah Galih (dengan produk bumub kering), PT Bali Hai Brewing (bir) dan PT Bospress Global Resources (prorduk ekstrak rumput laut), Filtech Energy (jasa pengembangan proyek industri khususnya di sektor petrokimia) dan perusahaan lainnya.

Sementara dari Mongolia hadir Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Mongolia (Mongolian national Chamber of Commerce and Industry atau MNCCI) Baatarjav Lkhagvajav, Chandmani Consulting dan Xanadu Travel Mongol (bidang tur wisata) serta perusahaan lain di bidang logistik, keuangan dan farmasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
China Open, Swiatek Berpote...
Nasional
PMA, Kunci Batam Menjadi �...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.