Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Parigi Moutong Pacu Hilirisasi Empat Komoditas Unggulan

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Parigi Moutong Pacu Hilirisasi Empat Komoditas Unggulan Doc: ANTARA
Ket. Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong menandatangani nota kesepakatan hilirisasi empat komoditas unggulan daerah berlangsung di Palu, Senin (28/9/2026).

PALU – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kabupaten Parigi Moutong bekerja sama dengan industri untuk kepentingan hilirisasi empat komoditas unggulan daerah yakni durian, kakao, kepala dan kopi.

Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong di Parigi, Sulteng, Rabu (30/9), mengatakan empat daerah penghasil komoditas tersebut yakni Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Sigi dan Morowali telah menandatangani nota kesepahaman dengan industri pada kegiatan Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global di Palu pada Senin (28/9) lalu.

Ia menjelaskan nota kesepahaman itu menjadi landasan sekaligus pemantik untuk memperkuat komoditas unggulan daerah masuk ke proses pengolahan, pengembangan produk, peningkatan nilai tambah, hingga perluasan akses pasar nasional dan internasional.

Pengembangan hilirisasi yang dirancang adalah pengolahan empat komoditas tersebut menjadi Ice Cream Nambaso dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat.

"Nota kesepakatan yang telah kami tanda tangani merupakan tahap awal yang selanjutnya ditindaklanjuti melalui dokumen teknis dan kerja sama konkret sesuai kebutuhan lapangan," ujar dia.

Kadin di tingkat kabupaten, kata dia, bertugas memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM dan produsen, serta rantai pasok bahan baku lokal.

Sementara itu, pihak industri bertanggung jawab menyiapkan teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengemasan, standardisasi, hingga strategi pemasaran dan pembukaan akses pasar.

"Langkah kami lakukan bagian dari tindak lanjut gerakan 1.000 pelaku usaha, UMKM Sulawesi Tengah menuju pasar global yang digagas Badan Karantina Indonesia (Barantin)," kata Faradiba.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah produksi kakao Parigi Moutong mencapai 28,69 ribu ton, kemudian produksi kelapa dalam 35.532 ton, kopi 189 ton dan durian 305.419 ton per tahun.

Ia mengemukakan langkah itu sangat strategis untuk mengubah paradigma dari sekadar menjual bahan mentah menjadi membangun produk olahan khas Sulawesi Tengah yang bernilai tambah, memiliki merek kuat, dan berdaya saing global.

"Kami mengapresiasi langkah Barantin memfasilitasi UMKM supaya mereka naik kelas dan menindaklanjuti hasil deklarasi itu dengan klinik ekspor. Kami juga meminta UMKM manfaatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat modal supaya program yang dibuat dapat terealisasi dengan baik," katanya menuturkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.