- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Tetap sebagai Pusa...
Jakarta Tetap sebagai Pusat Diplomasi Asean
Rabu, 30 Sep 2026, 01:15 WIBJAKARTA âJakarta akan terus berperan sebagai pusat diplomasi Asean dan salah satu simpul penting diplomasi regional. Jakarta terbuka bagi dialog, kerja sama, dan upaya membangun kepercayaan antarnegara.
âSaya juga memperkenalkan karakter Jakarta sebagai kota pesisir yang memiliki keterkaitan kuat dengan laut,â tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jakarta, Uus Kuswanto yang dipantau Selasa. Menurutnya, Jakarta tidak hanya dibentuk oleh dinamika perkotaan, tetapi juga kedekatannya dengan laut.
Jakarta terdiri atas lima kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu yang mencakup 110 pulau. Uus sendiri menyatakan ini saat menghadiri Gala Dinner Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea ke-35 di Balai Kota Jakarta, Senin (28/9) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda mengapresiasi konsistensi forum yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Mereka mempertemukan berbagai pihak untuk menjembatani perbedaan, membahas persoalan, serta mendukung perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.
Uus menyebut, Jakarta memiliki wilayah laut seluas 6.977 kilometer persegi. Kondisi tersebut membuat kawasan pesisir menjadi bagian penting dari identitas. Laut juga menjadi arah pembangunan Jakarta. Hal ini terutama dalam menghadapi banjir rob, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan laut.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov terus mendorong pengelolaan kawasan pesisir dan kepulauan secara terpadu. Tujuannya, melindungi masyarakat, memulihkan ekosistem, serta memperkuat ketahanan bagi generasi mendatang.
Bersama pemerintah pusat, Pemprov Jakarta juga membangun ketahanan kawasan pesisir melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Di dalamnya, termasuk tanggul laut sepanjang 38,9 kilometer. âPada saat sama, kami juga terus memulihkan mangrove dan terumbu karang di Kepulauan Seribu. Ini untuk menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat ekosistem pesisir, dan membantu penyerapan karbon,â ungkap Uus.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengajak para peserta workshop mengenal Jakarta lebih dekat sebagai kota yang memadukan sejarah, budaya, dan kehidupan modern. Peserta dapat menikmati pesona Kota Tua, melihat wajah modern Jakarta melalui gedung-gedung pencakar langitnya, serta menjelajahi berbagai destinasi belanja dan hiburan.
Dengan populasi penduduk besar dan beragam, Jakarta adalah tempat bertemunya berbagai budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.ν wid/G-1
- Jakarta Kota Global
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Empat Pasar di Probolinggo Jadi Contoh Digitalisasi Retribusi
-
Lantik 1.500 Pengurus FUHAB, Gubernur Pramono Tekankan Pentingnya Toleransi
-
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Hari Kedua, Basarnas Perluas Radius
-
Niat Mengadu Nasib ke Eropa, 150 Migran Tewas Tragis di Lepas Pantai Mauritania
-
Arah Kebijakan MUI DKI 2025–2030 Resmi Didukung Pemprov DKI Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.