Dari Jejak Kuliner Lokal ke Menu Masa Kini, 18 Chef Eksplorasi Rasa Nusantara
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 23:35 WIB | Oleh: Haryo BronoPendekatan tersebut kemudian diterapkan oleh para chef ketika kembali ke restoran masing-masing. Pengalaman selama perjalanan digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan menu yang disesuaikan dengan karakter restoran dan konsumennya.
Dari Hidangan Rumahan ke Interpretasi Modern
Salah satu chef yang mengikuti perjalanan tersebut adalah Chef Freddie Salim dari SILK Bistro. Ia mengatakan pengalaman selama Culinary Trip memberikan perspektif baru mengenai kemungkinan pengembangan kuliner Indonesia.
SILK Bistro kemudian mengembangkan Future Menu Collaboration bertema Homage to Home, yang terdiri atas Tahu Telur, Sate Srepeh, Beef Garang Asem, dan Ayam Bakar Kelopo.
Freddie mengatakan kreasi tersebut mengambil inspirasi dari sajian rumahan klasik khas Jawa Tengah. Elemen utama dari hidangan tradisional tetap dipertahankan, sementara penyajian dan interpretasinya disesuaikan dengan pendekatan restoran.
“Terinspirasi dari sajian rumahan klasik khas Jawa Tengah yang saya temui di perjalanan, SILK Bistro mengembangkan Future Menu Collaboration bertema Homage to Home. Kami tetap mempertahankan elemen-elemen ‘wajib’ dari semua hidangan autentik ini, tetapi kemudian menginterpretasikan dan menyajikannya secara lebih modern agar terasa exciting dan relevan bagi konsumen modern,” ujar Freddie.
Selain kreasi dari SILK Bistro, sejumlah restoran mitra UFS juga mengembangkan menu berdasarkan inspirasi kuliner lokal. Di antaranya Sate Kerbau Lilit dan Es Dawet Bango dari Dailah Sajian Kontemporer, Ikan Dasun Tuturuga dari Mata Karanjang, Sate Gurita Serapah dari Umatis, serta Pipi Sapi Sambal Tongkol dari BEER HALL.
Sejumlah menu Future Menu Collaboration lainnya juga tersedia hingga November 2026 di berbagai restoran mitra, antara lain Serra Serri, GIOI, Akasta, Paras Nusantara, Bumi Aki Signature, TAMU, About All Day, Bakerzin, Brother Chang, Cork & Screw, Esa Restaurant, Kayu Manis, Mitte, Salira, Sate Khas Senayan, Semaja, The Bowery, dan Tide & Table.
Dokumentasi untuk Pelaku Industri Kuliner
Selain menghadirkan menu di restoran, UFS merangkum berbagai temuan dan inspirasi dari perjalanan tersebut dalam bentuk e-Magazine Inspirasi Rasa Nusantara. Materi tersebut disiapkan sebagai referensi bagi pelaku industri kuliner yang ingin mengeksplorasi kembali bahan, teknik, dan kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.
Raditya mengatakan eksplorasi terhadap kuliner lokal dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan kemungkinan baru dalam pengembangan menu.
“Melalui Future Menu 2026, kami ingin mendorong lebih banyak pelaku industri untuk berani mengeksplorasi kekayaan kuliner Indonesia dan menerjemahkannya secara relevan bagi konsumen masa kini. Karena semakin dalam kita memahami akarnya, semakin luas ruang kita untuk berinovasi,” ujar Raditya.
Melalui pendekatan tersebut, Future Menu 2026 menempatkan kuliner tradisional bukan hanya sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan menu yang mengikuti perubahan preferensi konsumen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!