Bukan Sekadar Gangguan Kesuburan, Mengenal PMOS dan Risikonya
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 23:22 WIB | Oleh: Haryo BronoSalah satu mekanisme yang banyak mendapat perhatian adalah resistensi insulin. Ketika tubuh kurang responsif terhadap insulin, pankreas dapat memproduksi lebih banyak insulin untuk membantu mengendalikan kadar gula darah. Pada sebagian perempuan dengan PMOS, kondisi tersebut dapat berhubungan dengan peningkatan produksi hormon androgen oleh ovarium.
Peningkatan androgen kemudian dapat mengganggu perkembangan folikel dan ovulasi sehingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
Gita mengatakan beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk kondisi metabolik, antara lain kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, kurang tidur, serta pola makan yang kurang sehat.
Namun, PMOS tidak hanya ditemukan pada perempuan dengan berat badan berlebih. Gangguan metabolik dapat terjadi pada perempuan dengan berbagai ukuran tubuh sehingga berat badan saja tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami kondisi tersebut.
Tiga Pilar dalam Diagnosis
Karena PMOS memiliki manifestasi yang beragam, diagnosis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan satu pemeriksaan. Dokter biasanya menggabungkan wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta ultrasonografi.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah kriteria Rotterdam, yang pada perempuan dewasa menggunakan tiga kelompok karakteristik utama. Diagnosis umumnya membutuhkan setidaknya dua dari tiga kriteria tersebut setelah penyebab lain yang memiliki gejala serupa disingkirkan.
Pilar pertama adalah gangguan ovulasi atau menstruasi. Siklus menstruasi yang lebih panjang, menstruasi yang jarang, hingga amenorea dapat menjadi tanda adanya gangguan ovulasi.
Pilar kedua adalah kelebihan androgen, yang dapat terlihat melalui tanda klinis seperti pertumbuhan rambut kasar berlebih di wajah atau tubuh, jerawat, maupun kerontokan rambut. Pemeriksaan laboratorium juga dapat digunakan untuk menilai kadar hormon androgen.
Pilar ketiga adalah gambaran ovarium pada pemeriksaan ultrasonografi. Pemeriksaan dapat menunjukkan banyak folikel kecil atau peningkatan volume ovarium. Gambaran tersebut tidak sama dengan keberadaan kista ovarium dalam pengertian umum.
Karena itu, perempuan yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat yang menetap, atau gejala lain yang mencurigakan sebaiknya tidak langsung menyimpulkan penyebabnya sendiri. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Gejala yang Sering Diabaikan
Salah satu persoalan dalam penanganan PMOS adalah gejala yang terkadang dianggap sebagai kondisi biasa. Siklus menstruasi yang datang tidak teratur, misalnya, dapat dianggap sebagai variasi normal. Padahal, perubahan pola menstruasi dapat menjadi tanda adanya gangguan ovulasi. Begitu pula perubahan kulit, pertumbuhan rambut berlebih, atau kerontokan rambut yang kerap hanya dianggap sebagai persoalan kosmetik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!