Belajar dari Tim Balap Dunia, Siswa SMK Ini Bersiap Wujudkan Mimpi Punya Bengkel
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 23:08 WIB | Oleh: Haryo BronoEHS dan ESC merupakan bagian dari Enduro Entrepreneurship Program (EEP), program payung TJSL Pertamina Lubricants yang tidak hanya menyasar siswa SMK.
EEP juga memberikan pelatihan keterampilan dan dukungan usaha kepada kelompok masyarakat lain, termasuk warga binaan pemasyarakatan, nelayan, penyandang disabilitas, dan santri.
Sejak 2023, Pertamina Lubricants menyebut program tersebut telah melahirkan 169 bengkel binaan dengan total omzet lebih dari Rp11 miliar. Lebih dari 7.284 orang telah mendapatkan pelatihan, sementara secara keseluruhan program telah menjangkau lebih dari 82.000 penerima manfaat di Indonesia.
Rika mengatakan program tersebut dirancang agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis. Kami ingin keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat bisa benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri dan melayani kebutuhan di sekitarnya,” kata Rika.
Karena itu, selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai pengelolaan bengkel, pemasaran, pengembangan usaha, hingga pelayanan pelanggan.
ESC 2026 Kembali Menguji Kemampuan Siswa
Rangkaian pengembangan kompetensi tersebut kembali dilanjutkan melalui Enduro Skill Contest (ESC) 2026 yang berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Sebanyak 13 dari 55 SMK binaan Pertamina Lubricants mengikuti kompetisi tahun ini.
ESC 2026 terdiri atas tiga kategori, yakni Dutapreneur, Social Media Competition, dan Mechanical Skill. Dutapreneur berfokus pada kemampuan kewirausahaan, Social Media Competition menguji kemampuan peserta dalam membuat konten, sedangkan Mechanical Skill menguji kompetensi teknis perbengkelan roda dua.
Para pemenang ESC 2026 juga akan mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mempelajari standar teknis tim balap motorsport kelas dunia yang berlaga pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada Oktober mendatang.
Dengan pola tersebut, EHS dan ESC menjadi bagian dari satu rangkaian pengembangan kompetensi: siswa memperoleh pengalaman praktik melalui EHS, kemudian memiliki kesempatan menguji dan mengembangkan kemampuan tersebut melalui ESC. Pengalaman di kompetisi juga dapat membuka akses terhadap pembelajaran yang lebih luas, termasuk mengenal standar kerja di lingkungan motorsport profesional.
Bagi siswa seperti Muhammad, rangkaian tersebut menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja sekaligus mempersiapkan langkah menuju cita-cita membangun usaha bengkel sendiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!