Belajar dari Tim Balap Dunia, Siswa SMK Ini Bersiap Wujudkan Mimpi Punya Bengkel
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 23:08 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Ketertarikan terhadap dunia otomotif sejak kecil membawa Muhammad Rochmani, 18 tahun, memilih jalur pendidikan di bidang teknik sepeda motor. Kini, siswa SMK Harapan Mulya Kendal itu mulai mendekati cita-citanya untuk memiliki bengkel sendiri.
Muhammad merupakan siswa jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor yang mengikuti Enduro Home Service (EHS), program bengkel di SMK binaan PT Pertamina Lubricants. Melalui EHS, siswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan keterampilan teknis yang dipelajari di sekolah melalui praktik perawatan dan perbaikan sepeda motor, sekaligus belajar melayani konsumen.
EHS menjadi bagian dari Enduro Entrepreneurship Program (EEP), program payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Lubricants yang menggabungkan pengembangan keterampilan teknis dengan pembekalan kewirausahaan.
Dari pengalaman praktik tersebut, siswa kemudian memiliki kesempatan untuk menguji dan mengembangkan kemampuannya melalui Enduro Skill Contest (ESC). Jika EHS menjadi wadah untuk memperoleh pengalaman praktik dan mengenal pengelolaan usaha bengkel, ESC menjadi ajang kompetisi untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kewirausahaan maupun keterampilan teknis.
Muhammad mengikuti ESC 2025 dan berhasil meraih juara pertama pada kategori kewirausahaan. Prestasi tersebut memberinya kesempatan mengunjungi paddock tim balap MotoGP saat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.
Kesempatan tersebut membuat Muhammad dapat melihat secara langsung lingkungan kerja tim balap profesional sekaligus memperluas pemahamannya mengenai penerapan keterampilan otomotif dalam dunia motorsport.
“Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan mereka dan melihat sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata. Melalui kompetisi seperti Enduro Skill Contest, kami berharap siswa semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia otomotif profesional,” ujar Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi melalui keterangannya pada hari Rabu (30/9).
EHS sebagai Tempat Praktik, ESC sebagai Ajang Kompetisi
Dalam rangkaian program EEP, EHS dan ESC memiliki fungsi yang saling melengkapi. Melalui EHS, siswa SMK binaan mendapatkan pengalaman praktik perbengkelan secara langsung. Mereka tidak hanya belajar memperbaiki kendaraan, tetapi juga berhadapan dengan kebutuhan pelanggan dan memahami proses pelayanan di bengkel.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika siswa mengikuti ESC. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji kemampuan yang telah diperoleh melalui pembelajaran di sekolah maupun pengalaman praktik.
ESC tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Kompetisi juga mencakup aspek kewirausahaan dan kemampuan memanfaatkan media sosial.
Dengan demikian, rangkaian EHS dan ESC memberikan pengalaman yang berbeda tetapi saling berkaitan. EHS berperan sebagai ruang pembelajaran dan praktik, sedangkan ESC menjadi sarana untuk menguji, menunjukkan, dan mengembangkan kompetensi siswa.
Bagi Muhammad, rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses menuju cita-citanya memiliki bengkel sendiri. Pengalaman praktik melalui EHS memberinya dasar dalam keterampilan perbengkelan, sementara prestasi di ESC membawanya memperoleh pengalaman tambahan di lingkungan motorsport profesional.
Keduanya Bagian dari Enduro Entrepreneurship Program
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!