AI Masuk TEI 2026, Kemendag Buka Babak Baru Perdagangan
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim PenulisTANGERANG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk pertama kalinya menghadirkan jasa kecerdasan artifisial (AI) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 guna membuka peluang pasar global bagi talenta Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian TEI terhadap perkembangan kebutuhan pasar dunia.
“Ini baru pertama kali kita membuka services untuk AI,” kata Fajarini dalam konferensi pers TEI 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (30/9).
Menurut dia, kehadiran jasa AI memungkinkan calon pembeli dari luar negeri memesan produk maupun layanan berbasis AI yang dikembangkan talenta Indonesia.
“Jadi mereka bisa memesan produk-produk AI itu dari talenta-talenta Indonesia,” ujarnya.
Fajarini mengatakan permintaan pasar global semakin mengarah pada produk bernilai tambah dan berkandungan teknologi tinggi sehingga produk dan jasa yang dipromosikan melalui TEI perlu mengikuti perkembangan kebutuhan tersebut.
Ia menilai pasar domestik yang besar dapat menjadi basis pengembangan industri nasional sebelum produk dan jasa yang dihasilkan diperluas pemasarannya ke pasar internasional.
“Prinsipnya bagaimana kita menjadikan pasar domestik kita yang besar ini sebagai basis industri, kemudian hasil industrinya kita pasarkan ke seluruh dunia,” ucap dia.
Menurut Fajarini, produk yang ditampilkan dalam TEI juga disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga pelaku usaha Indonesia memiliki peluang lebih besar memperluas jangkauan secara global.
Kemendag sebelumnya turut mempromosikan kemampuan Indonesia di bidang AI melalui keikutsertaan dalam China-ASEAN Expo (CAExpo) 2026 di Nanning, China, pada September 2026.
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag pada 22 September 2026 menyebutkan bahwa Indonesia berhasil meraih dua penghargaan dalam CAExpo 2026, salah satunya Special Contributor for AI Cooperation.
Pengembangan pasar jasa AI juga berlangsung di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi tersebut dalam perekonomian nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus 2026 menyebut pendapatan dari fitur berbasis AI di Indonesia tumbuh 127 persen secara tahunan pada semester I 2025.
Fajarini berharap masuknya jasa AI dalam TEI dapat menjadi salah satu momentum bagi industri AI Indonesia untuk memperluas pasar di luar negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!