Taman Budaya Dituntut Jadi Penggerak Ekosistem Kebudayaan
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 16:00 WIB | Oleh: Eko S“Kehadiran Taman Budaya ini menjadi sangat penting di dalam pemajuan kebudayaan, sesuai dengan amanat imperatif konstitusi Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Suatu legacy yang hadir hampir di setiap daerah, semacam cultural center yang sangat penting,” ucapnya.
Fadli berharap TKTB dapat memperkuat hubungan antartaman budaya di Indonesia sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi. Bentuknya antara lain melalui pertukaran karya, program residensi, kurasi bersama, serta pertukaran praktik baik.
Menurutnya, Taman Budaya perlu menjadi ruang yang mempertemukan karya dengan publik sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.
“Wadah untuk berjejaring antara seniman, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem manajemen talenta,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi saat membacakan laporan penyelenggaraan TKTB XXV 2026 Sekretaris Daerah DIY mengatakan, Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia merupakan forum nasional tahunan yang diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang temu, dialog, dan kolaborasi antartaman budaya di seluruh Nusantara.
Dengan mengusung tema Gyaning Rasa Mantraning Nusantara, Srawung Karya, Gulawenthah Budaya, TKTB XXV 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang bertumbuhnya gagasan, inovasi, dan strategi kebudayaan. Forum ini sekaligus menegaskan peran Taman Budaya sebagai titik temu, titik tumbuh, pusat kreativitas, dan penjaga keberlanjutan tradisi.
Rangkaian TKTB XXV 2026 berlangsung pada 28 September hingga 1 Oktober 2026 di Taman Budaya Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti 17 Taman Budaya dari berbagai daerah, yakni Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, Bali, serta Taman Budaya Yogyakarta sebagai tuan rumah.
Agenda utama yang disiapkan meliputi seremoni pembukaan, Defile Adat Nusantara, Forum Taman Budaya se-Indonesia, Pagelaran Pentas Seni Utusan Taman Budaya, serta penyerahan pataka tuan rumah Temu Karya Taman Budaya XXVI Tahun 2027.
Selain agenda utama, kegiatan juga dirangkai dengan sejumlah program pendukung. Di antaranya Pameran Seni Rupa Difabel Suluh Sumurup Art Festival, Pojok Kreatif Taman Budaya sebagai wadah penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal, Pentas Musik Orkestra Taman Budaya, Gelar Karawitan “Ndang Tak Gong”, serta Peringatan Hari Batik Nasional bersama Art for Children (AFC) Taman Budaya Yogyakarta.
Dian mengatakan penyelenggaraan TKTB XXV 2026 yang didanai melalui Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Pihak yang terlibat antara lain pemerintah pusat dan daerah, seniman, budayawan, akademisi, komunitas kreatif, serta berbagai mitra pendukung.
“Atas nama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Taman Budaya Yogyakarta, panitia pelaksana, serta seluruh kontingen dan delegasi Taman Budaya se-Indonesia atas partisipasi dan dedikasinya,” ucapnya.
Pembukaan TKTB XXV 2026 juga dimeriahkan penampilan orkestra yang melibatkan 60 musisi di bawah pimpinan konduktor Oni Krisnerwinto. Orkestra tersebut mengiringi Ndarboy Genk, Princess Alicia, Tyok Satrio, Marcella Dee, serta Vocal AFC TBY dengan membawakan sekitar 17 lagu daerah dan lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!