Mielinasi dan Stimulasi, Dua Aspek Penting dalam Mendukung Proses Belajar Anak
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 22:50 WIB | Oleh: Haryo BronoCategory Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26 Vera Niki Gozali mengatakan pendekatan berbasis sains menjadi bagian dari pengembangan produk dan edukasi yang dilakukan perusahaan.
“S-26 memahami keinginan para Mams untuk memastikan si Kecil dapat belajar, menyerap informasi secara optimal, serta berkembang sesuai potensinya seiring dengan pergerakan dunia yang semakin cepat,” kata Vera.
Ia mengatakan perusahaan telah melakukan riset perkembangan otak selama puluhan tahun bersama sejumlah universitas dan lembaga penelitian.
Stimulasi Melalui Pengalaman Belajar
Selain membahas aspek gizi, rangkaian S-26 Exceptional Day juga menekankan pentingnya stimulasi. Anak membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan, mencoba hal baru, berinteraksi, dan memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Pendekatan tersebut dalam program S-26 disebut sebagai “Multi Learning”. Konsep ini mengacu pada pemberian beragam pengalaman kepada anak sebagai bagian dari proses stimulasi.
Dalam acara puncak di Jakarta, momfluencer Acha Sinaga membagikan pengalamannya dalam mendampingi proses belajar anak. Ia mengatakan kegiatan tersebut membuatnya semakin memahami pentingnya menggabungkan asupan gizi dengan stimulasi dan pengalaman belajar.
“Gizi perlu berjalan beriringan dengan stimulasi Multi Learning, yaitu dengan memberikan beragam pengalaman dan kesempatan bagi anakku untuk mencoba serta mempelajari hal-hal baru,” ujar Acha.
Rangkaian S-26 Exceptional Day juga melibatkan 26 anak, menghadirkan konten edukasi dari 26 dokter spesialis anak dan psikolog anak, serta berkolaborasi dengan 26 komunitas parenting. Kegiatan berupa kelas stimulasi digelar di enam kota.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membangun komunikasi dengan orang tua mengenai perkembangan anak. Di tengah semakin luasnya akses anak terhadap teknologi dan informasi, perhatian terhadap fondasi perkembangan otak, kecukupan gizi, serta stimulasi yang sesuai tetap menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar anak.
Vera mengatakan S-26 ingin memosisikan program tersebut sebagai bagian dari dukungan kepada orang tua dalam mendampingi perkembangan anak.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi hebat selama kita memberikan dukungan gizi dan stimulasi yang tepat agar mereka dapat terus belajar dan menjadi future-ready,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!