Kolaborasi Indonesia-Jepang Buka Jalan Kredit Karbon dari Sawah
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis"Petani yang menerapkan teknologi biochar layak mendapat benefit ekonomi karena mencegah laju perubahan iklim,” kata Phil.
Pengajar di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Prof. Dedi Nursyamsi menilai sektor pertanian di berbagai negara dunia termasuk negara ASEAN menghadapi tantangan berupa perubahan iklim, degradasi lahan, dan menurunnya kesuburan tanah.
Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, tetapi juga terhadap keberlanjutan sumber daya lahan dalam jangka panjang.
"Biochar merupakan salah satu inovasi yang dapat mendukung pertanian regeneratif,” kata Dedi.
Biochar merupakan bahan kaya karbon yang dihasilkan melalui proses pemanasan bahan organik dengan oksigen terbatas yang disebut pirolisis. Pengggunaan biochar ke dalam tanah berpotensi memberikan manfaat agronomis seperti retensi hara, kapasitas menahan air, serta mendukung perbaikan sejumlah sifat tanah.
Di sisi lain biochar juga bermanfaat secara klimatologis karena karbon yang tersimpan dalam biochar dapat bertahan dalam tanah pada periode yang relatif panjang.
“Karakteristik tersebut yang menghubungkan program biochar dengan mekanisme kredit karbon,” jelas Dedi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!