Cabang Bulu Tangkis Berpeluang Tambah Medali di Asian Games 2026
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 06:02 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Indonesia sejauh ini masih tertinggal dari Thailand dan Malaysia dalam perolehan medali Asian Games 2026, tapi gengsi sebagai kekuatan utama bulu tangkis Asia Tenggara harus tetap terjaga dan jangan sampai kalah dari kedua negara tersebut.
Sampai hari kesepuluh, Thailand dan Malaysia telah jauh meninggalkan Indonesia dalam daftar perolehan medali.
Thailand dan Malaysia sudah mengumpulkan masing-masing sembilan dan enam medali emas. Indonesia baru dua medali emas.
Sudah sangat sulit untuk mendekati Thailand, tetapi masih sangat mungkin untuk menyusul Malaysia karena Indonesia masih memiliki kemungkinan yang besar untuk mendapatkan tambahan medali emas.
Panjat tebing yang baru memulai kompetisi pada Selasa adalah salah satu yang paling mungkin menambah koleksi medali Indonesia. Mungkin juga ada tambahan emas dari esports.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang pasti, Selasa, bulu tangkis memiliki kesempatan sangat besar untuk membuat Indonesia mendapatkan tambahan medali emas setelah ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin lolos ke partai final.
Ada harapan yang sangat besar kepada Amri/Nita dan Leo/Daniel bahwa perjuangan mereka akan berakhir di podium juara.
Harapan besar itu timbul setelah melihat cara mereka meloloskan diri ke final yang membangkitkan asa emas Indonesia. Terutama setelah menaklukkan lawan-lawannya dalam semifinal yang berlangsung Senin (28/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua wakil Indonesia dalam dua dari lima final bulu tangkis perseorangan Asian Games 2026 itu lolos ke final dengan cara yang mempesona dan sensasional, karena menumbangkan para pemain berpredikat nomor satu dunia.
Amri/Nita yang berperingkat 15 dunia memang dipaksa bermain tiga gim pada babak kedua dan perempat final, salah satunya oleh Maya Taguchi/Yuta Watanabe yang berperingkat 13 dunia.
Tetapi dalam semifinal melawan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping yang berperingkat satu dunia, Amri/Nita malah tampil nyaris tanpa cela, dan mendikte kedua gim yang mereka menangkan.
Secara mengejutkan mereka menumbangkan Feng/Huang yang berselisih 14 peringkat dan berbeda 58.430 poin dari mereka, berdasarkan daftar peringkat BWF.
Amri/Nita sampai unggul total 16 poin untuk mengakhiri perjalanan peringkat satu dunia dari China itu, dengan 21-12, 21-14, dalam tempo 35 menit.
Nyaris Tanpa Cela
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!