Museum Radya Pustaka di Surakarta Kenalkan Sejarah Jawa lewat Naskah Kuno
Minggu, 25 Okt 2026, 22:35 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Instagram Museum Radya Pustaka
JAKARTA – Museum Radya Pustaka di Surakarta menjadi salah satu tempat masyarakat mengenal sejarah dan perkembangan pengetahuan masyarakat Jawa. Beragam koleksi naskah kuno di dalamnya menyimpan informasi mengenai kehidupan, kesenian, hingga kebudayaan pada masa kerajaan.
Edukator UPTD Museum Pemerintah Kota Surakarta, Anjang Pratama Suriansyah, menceritakan sejarah berdirinya Museum Radya Pustaka. Ia menjelaskan, museum tersebut lahir dari keinginan pihak kerajaan untuk memperluas akses pengetahuan kepada masyarakat.
"Jadi di sini inisiatif seorang raja ingin memberikan wawasan, pengetahuan untuk rakyatnya. Di mana zaman dahulu itu literasi tidak mudah diakses untuk rakyat Jawa Tengah," kata Anjang, Minggu (25/10).
Ia menerangkan, pada masa itu berbagai sumber pengetahuan masih banyak tersimpan di lingkungan keraton dan hanya dapat diakses kalangan tertentu. Kehadiran Museum Radya Pustaka kemudian membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari berbagai bidang ilmu melalui koleksi yang tersedia.
"Setelah ada Radya Pustaka ini, rakyat biasa boleh mengakses pengetahuan. Seperti sastra, seni, sejarah, dan budaya," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anjang menjelaskan, salah satu koleksi unggulan museum tersebut berupa naskah kuno yang memuat berbagai pengetahuan masyarakat Jawa. Isi naskahnya mencakup bidang pertanian, kehidupan sehari-hari, hingga perkembangan seni dan kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain memperkenalkan koleksi bersejarah, ia menyebut pengelola museum di Surakarta juga memperhatikan kenyamanan pengunjung melalui fasilitas pendukung. Salah satu perhatian utama diberikan kepada penyandang disabilitas agar mereka dapat menikmati kegiatan wisata dan pembelajaran di museum.
"Nah, kalau di kita sih itu lebih ke penunjang disabilitas. Jadi kita lakukan di situ karena memang seperti tagline Pemerintah Kota Surakarta, Solo itu nyaman untuk para penyandang disabilitas," kata dia.
Anjang melanjutkan, pengelola juga bekerja sama dengan instansi pendidikan untuk memperkenalkan museum kepada generasi muda melalui kunjungan sekolah. Program tersebut memberikan potongan harga tiket setiap Selasa sehingga semakin banyak pelajar dapat mempelajari sejarah secara langsung.
"Jadi kalau dihitung ya, setiap Selasa itu bisa tembus 300 siswa, 400 siswa. Jadi kalau Selasa itu pasti ramai," ucap dia.
Ia mengungkapkan, jumlah kunjungan pelajar terus meningkat setiap tahun seiring semakin banyaknya sekolah yang mengikuti program tersebut. Pengunjung yang awalnya berasal dari Kota Solo kini juga mulai berdatangan dari sejumlah daerah di sekitarnya.
Melihat perkembangan tersebut, Anjang mengajak generasi muda memanfaatkan museum untuk mengenal sejarah dan pencapaian masyarakat pada masa lalu. Ia menilai peninggalan budaya perlu terus diperkenalkan agar nilai pengetahuan di dalamnya tidak terlupakan oleh generasi berikutnya.
"Jadi kalau pesan saya itu para generasi muda jangan sampai melupakan pencapaian nenek moyang mereka. Karena sangat sayang sekali kalau kita melihat sebuah koleksi museum," ujar dia.
Ia menjelaskan, setiap peninggalan sejarah menyimpan cerita mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, perkembangan teknologi, hingga kehidupan spiritual masyarakat. Karena itu, Anjang berharap masyarakat tidak hanya melihat koleksi sebagai benda pajangan, tetapi juga memahami nilai budaya yang menyertainya.
"Karena kita sadar, setiap koleksi kalau tidak dilibatkan dengan kebudayaannya, dia hanya akan jadi benda mati biasa. Jadi kita mengharap masyarakat itu terlibat aktif dalam pengembangan kebudayaannya," ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!