Semeru Erupsi 6 Kali Selama Tiga Jam dengan Tinggi Letusan Mencapai 900 Meter
Senin, 28 Sep 2026, 23:07 WIBLumajang - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) terekam mengalami erupsi sebanyak enam kali selama tiga jam, dengan tinggi letusan hingga 900 meter di atas puncak pada Senin (28/9) pukul 18.14 WIB hingga 21.01 WIB.
Erupsi Semeru terjadi pada pukul 18.14 WIB dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
"Tidak selang lama kemudian, tepatnya pukul 18.35 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi kembali pada pukul 18.53 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak dan abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
Pada pukul 20.06 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati sektar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
"Terjadi erupsi kembali pukul 20.42 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," katanya.
Erupsi keenam terjadi pada pukul 21.01 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Liswanto.
- Erupsi Gunung Semeru
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
12 WNI Dipulangkan dari Myanmar, Setahun Dipenjara Akibat Terlibat Jaringan Penipuan Online
-
Gunung Semeru Masih Erupsi! Badan Geologi Ingatkan Warga dan Pendaki Waspadai Potensi Bahaya Susulan
-
Ancaman El Nino Mengintai! Pemprov Sulsel Terjunkan 300 Pompa Air Selamatkan Sawah Petani
-
Pertamina Blokir 4.767 QR Code Subsidi, Terindikasi Isi BBM Tak Wajar
-
Buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen-Z” Tawarkan Gagasan Bung Karno untuk Generasi Muda
-
Padang Pariaman Perkuat Koordinasi Pulihkan Ekonomi Pascabencana
-
Sistem Subak Bali Jadi Contoh Global Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.