Leylah Fernandez Juara Singapore Open, Bangkit dari Tekanan untuk Kalahkan Talia Gibson

Senin, 28 Sep 2026, 00:01 WIB

SINGAPURA – Leylah Fernandez mengakhiri penantian hampir setahun untuk kembali mengangkat trofi WTA. Petenis Kanada itu tampil sebagai juara Singapore Open setelah mengatasi perlawanan petenis Australia, Talia Gibson, dalam final yang berlangsung di OCBC Arena, Minggu (27/9).

Fernandez, yang menempati peringkat 31 dunia, sempat berada dalam tekanan pada set pertama. Namun, ia mampu menjaga ketenangan untuk mengalahkan Gibson 7-5, 6-0.

Ket. Foto: Leylah Fernandez. — Sumber: WTA

Petenis berusia 24 tahun itu bahkan sempat menghadapi set point ketika kedudukan 5-4. Setelah menyelamatkan peluang tersebut, Fernandez melaju dan merebut sembilan gim secara beruntun dalam turnamen WTA 500 tersebut.

Gelar Singapore Open menjadi trofi pertama Fernandez sejak menjuarai Japan Open pada Oktober tahun lalu. Ini sekaligus merupakan gelar WTA keenam sepanjang kariernya.

“Sepanjang tahun ini, saya bekerja sangat keras untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara menyerang dan bertahan,” ujar Fernandez. “Hari ini, semuanya seperti berjalan pada tempat dan waktu yang tepat.”

Perjalanan Fernandez menuju final tidak mudah. Ia lebih dulu membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan teratas Mirra Andreeva pada perempat final.

Di semifinal, Fernandez kembali harus bekerja keras. Ia sempat kehilangan set pertama sebelum bangkit untuk mengalahkan petenis peringkat 25 dunia, Maja Chwalinska.

Di partai final, Gibson yang tampil di final WTA pertama dalam kariernya tidak menunjukkan rasa gentar. Petenis Australia tanpa unggulan itu mampu memberikan perlawanan sengit sejak awal.

Gibson dua kali berhasil mematahkan servis Fernandez setelah sempat kehilangan servisnya sendiri. Pada kedudukan 5-4, ia bahkan memperoleh set point ketika Fernandez sedang melakukan servis.

Namun, Fernandez berhasil keluar dari tekanan tersebut. Setelah mempertahankan servis, ia mengambil alih kendali pertandingan dan merebut set pertama 7-5.

Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Fernandez.

Set kedua berubah menjadi pertunjukan satu arah. Gibson mulai melakukan sejumlah kesalahan sendiri dan kehilangan tiga gim servis pertamanya.

Fernandez terus menekan hingga tidak memberikan kesempatan kepada lawannya untuk kembali ke pertandingan. Saat melakukan servis untuk memastikan kemenangan, Fernandez akhirnya mendapatkan trofi setelah pengembalian Gibson menyangkut di net.

“Saya tahu Talia adalah petarung dan dia menemukan cara untuk mematahkan servis saya beberapa kali. Saya sedikit frustrasi dan terlalu banyak berpikir pada momen-momen tersebut,” kata Fernandez.

“Jadi, ketika menghadapi set point dan break point itu, saya mengatakan kepada diri sendiri untuk fokus pada bola dan membiarkan insting saya mengambil alih.”

“Saya tidak memikirkan ke mana harus memukul bola. Cukup pukul bola dan percaya bahwa latihan yang saya jalani akan membuahkan hasil. Syukurlah, hari ini semuanya berhasil.”

Kemenangan tersebut menegaskan kembali kemampuan Fernandez untuk bertahan dalam tekanan sekaligus mengubah momentum pertandingan. Setelah hampir setahun tanpa gelar, petenis Kanada itu akhirnya kembali berdiri sebagai juara dan membawa pulang trofi WTA keenam dalam kariernya.

  • WTA
  • Singapore Open 2026
  • leylah fernandez

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.