Menag Dipilih sebagai Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

Senin, 28 Sep 2026, 15:59 WIB

JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dipercaya menjadi Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) setelah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 menyepakati pembentukan organisasi tersebut.

“Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar, saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam gelaran International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. — Sumber: ANTARA/HO-Kemenag

Dipilihnya Menag Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI disambut para imam besar, mufti, dan delegasi negara yang hadir dalam IGIC 2026.

Menag berharap dukungan dari para imam besar dunia dalam mengemban amanah tersebut dan bertekad menjalankan tugas dengan baik serta siap mengabdikan diri, tenaga, pikiran, dan waktunya demi kemaslahatan umat.

Ia menegaskan masjid harus kembali memainkan peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, masjid tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi ruang yang memberdayakan umat, mempertemukan masyarakat, dan menghadirkan manfaat bagi kemanusiaan.

“Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjid-lah yang harus memberdayakan umat,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan fungsi masjid pada masa Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam (SAW). tidak terbatas pada pelaksanaan ibadah. Masjid juga menjadi tempat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konsultasi, pertemuan, hingga ruang untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

“Masjid itu bukan hanya tempat, tetapi juga tempat pemberdayaan umat, masjid itu sekretariat negara, sekretariat memberdayakan imam, masjid juga baitul mal, pada zamannya,” katan Menag Nasaruddin Umar.

IAMI atau Majelis Imam Masjid Dunia dibentuk sebagai respons banyak masukan dari berbagai imam, mufti, dan delegasi dari 46 negara dalam forum IGIC 2026.

IAMI merupakan organisasi internasional yang menempatkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat pendidikan, pembangunan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, dan pembangunan perdamaian.

Para imam tengah menghadapi tantangan yang masif, termasuk intoleransi beragama, fragmentasi sosial, tantangan lingkungan, isu kepemudaan, kemiskinan, misinformasi, krisis kemanusiaan, serta kebutuhan akan dialog antaragama dan internasional yang konstruktif.

Visi IAMI adalah menjadi platform global terkemuka yang menyatukan para imam dalam mempromosikan komunitas yang harmonis, kepemimpinan keagamaan yang bertanggung jawab, martabat manusia, dan perdamaian abadi.

IAMI berkedudukan di Jakarta sebagai sekretariat permanen dan pusat administrasi. Sementara itu kantor wilayah IAMI berkedudukan di Kuala Lumpur (Asia), Kairo (Timur Tengah), Nairobi (Afrika), London (Eropa), New York (Amerika Utara), Rio de Janeiro (Amerika Selatan), serta Canberra (Australia dan Pasifik).

  • Majelis Imam Masjid Dunia

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.