Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan 2,5 Juta Liter Air ke Desa Terdampak Kekeringan di Trenggalek

📅 Senin, 28 Sep 2026, 22:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantuan 2,5 Juta Liter Air ke Desa Terdampak Kekeringan di Trenggalek Doc: Antara
Ket. Petugas menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Tulungagung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah menyalurkan lebih dari 2,52 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di 52 desa/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan daerah itu hingga 25 September 2026.

Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek Stefanus Triadi Atmono, Senin, mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan mendapatkan air selama kemarau.

"Kami terus mengerahkan seluruh armada tangki secara bertahap dan berkelanjutan. Hingga hari ini, petugas gabungan sukses merampungkan 522 rit pengiriman pasokan air bersih," katanya.

Berdasarkan data BPBD Trenggalek, kekeringan tahun ini berdampak terhadap 12.157 kepala keluarga atau 28.046 jiwa yang tersebar di 52 desa pada 12 kecamatan.

Dari wilayah terdampak tersebut, Panggul menjadi kecamatan dengan kebutuhan pasokan air bersih paling tinggi. BPBD telah menyalurkan 1,375 juta liter air ke wilayah tersebut melalui 280 rit pengiriman.

Besarnya kebutuhan di Panggul antara lain dipengaruhi kondisi sumber air warga yang mengalami penurunan debit hingga mengering.

Karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan pengiriman bantuan air ke permukiman yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain Panggul, distribusi air bersih dilakukan di Kecamatan Dongko sebanyak 324 ribu liter dalam 66 rit, Watulimo 172 ribu liter dalam 43 rit, Bendungan 152 ribu liter dalam 38 rit, serta Pogalan 131 robu liter dalam 22 rit.

Bantuan juga disalurkan ke Kecamatan Tugu, Trenggalek, Kampak, Gandusari, Suruh, Munjungan, dan Pule dengan jumlah distribusi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Hingga 25 September, penyaluran telah menjangkau 48 desa dari 52 desa yang tercatat terdampak kekeringan. BPBD masih melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat di desa-desa yang belum terjangkau bantuan.

Untuk mempercepat distribusi di tingkat permukiman, pemerintah daerah juga memanfaatkan tandon komunal sebagai tempat penampungan air.

Sarana tersebut memungkinkan air yang dikirim menggunakan armada tangki ditampung terlebih dahulu sehingga warga dapat mengambil air dari lokasi yang lebih dekat.

BPBD Trenggalek memastikan penyaluran bantuan air bersih dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait untuk menentukan titik distribusi dan memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang mengalami krisis air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

10 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Daerah
8 Accu Stasiun Pemantau Ana...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.