PB Porserosi Inginkan Fasilitas Skateboard Berstandard Dunia
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim PenulisNagoya, Jepang - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi) mendorong peningkatan fasilitas latihan skateboard berstandar dunia di Indonesia guna meningkatkan prestasi atlet di ajang internasional.
"Kami berharap ke depan untuk extreme sport ini salah satunya skateboard, semuanya butuh dukungan yang lebih, kita butuh fasilitas yang lebih," kata Sekretaris Jenderal PB Porserosi Sandra Erawanto di Aichi Sky Hall, Jepang, Minggu.
Sandra mengatakan Asian Games 2026 memberikan pengalaman penting bahwa persaingan diikuti sejumlah atlet dari negara-negara dengan level prestasi dunia.
Ia menilai Indonesia memiliki pekerjaan rumah menyediakan fasilitas latihan skateboard berstandar internasional.
"Karena jujur kita tidak bisa mencapai level dunia kalau standar kita masih sekadar main biasa, main ASEAN, karena kita harus naik level," ujar Sandra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengungkapkan sudah ada fasilitas skateboard di Bali, sedangkan Jakarta belum terdapat fasilitas berstandar dunia untuk nomor street dan park, sedangkan di Bekasi belum memenuhi standar internasional.
PB Porserosi akan memanfaatkan dukungan pemerintah, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, untuk memperkuat pembinaan atlet melalui program pemusatan latihan nasional.
"Mudah-mudahan pelajaran ini bisa menambah semangat kami untuk lebih bersemangat melakukan pembinaan atlet," kata Sandra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyoroti ketatnya persaingan skateboard di Asian Games 2026. Pada street putri, Ni Wayan Malana Fairbroher finis di posisi keenam dengan nilai 136,97 setelah bersaing dengan China, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.
Pada skateboard putra, atlet Indonesia Basral Graito Hutomo nyaris meraih medali perunggu setelah mengumpulkan 151,41 poin dan finis di posisi keempat, atau di bawah Onodera Ginwoo dari Jepang yang memperoleh perunggu, Kang Juni dari Korea Selatan yang meraih emas dan Sasaki Toadari yang meraih perak.
Sandra mengatakan hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi PB Porserosi untuk meningkatkan pembinaan dan fasilitas agar atlet Indonesia dapat bersaing lebih jauh di level internasional.
"Kita harus benchmarking ke Korea dan Jepang, dan China, karena ini final Asian Games, tapi ini adalah final Olimpiade karena juara-juara dunia ada di sini," ujar Sandra.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!