Lewat Festival Unen-Unen, Pemkab Rembang Kenalkan Budaya Daerah ke Generasi Muda

Minggu, 27 Sep 2026, 12:53 WIB

REMBANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menggelar Festival Unen-Unen sebagai ruang pertemuan berbagai kesenian sekaligus sarana mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda.

"Festival 'unen-unen' yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang pada Sabtu (26/9) malam, merupakan bagian dari kegiatan pementasan kesenian dan kebudayaan daerah. Nama unen-unen sengaja dipilih untuk menimbulkan rasa penasaran masyarakat terhadap isi festival," kata Pelaksana tugas Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang Isti Choma Wati, di Rembang, Minggu (27/9).

Ket. Foto: Tari Rembang — Sumber: antara foto

Ia mengungkapkan judulnya Festival Unen-Unen agar lebih menimbulkan rasa penasaran masyarakat.

Festival Unen-unen, kata dia, menampilkan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Rembang.

Menurut Isti festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat regenerasi pelaku seni di Kabupaten Rembang. Karena itu, pelajar dari berbagai jenjang dan latar belakang sekolah dilibatkan dalam kegiatan kebudayaan.

Sebelumnya, Dinbudpar menggelar Rembangan Fest yang melibatkan sekitar 100 pelajar SMP. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi membuat wayang berbahan jerami sekaligus menikmati pertunjukan kesenian.

Sementara festival unen-unen menyasar pelajar SD dengan kegiatan edukasi teknik mewarnai. Dinbudpar juga melibatkan siswa dari SD dan SMP negeri maupun swasta serta sekolah di bawah Kementerian Agama.

"Kita rangkul semua agar regenerasi kita lebih cepat. Di SMP kemarin ada 100 siswa dan hari ini SD juga 100 siswa," ujarnya.

Festival unen-unen, kata dia, juga memberikan ruang bagi kesenian barongsai untuk tampil di hadapan masyarakat Rembang.

Stephen, salah seorang pemain barongsai mengaku senang dapat tampil bersama timnya dan kelompok seni lainnya.

"Harapan saya barongsai semakin lama semakin maju dan rakyat semua bisa lihat barongsai tersebut. Semoga event seperti ini bisa lancar, terus maju, sering-sering supaya jadi hiburan bagi rakyat," ujarnya.

Pertunjukan kesenian yang ditampilkan, yakni ada barongsai dan leang-leong, Barongan Ndas Papat, Unen-Unen Rengel hingga geguritan.

Nuansa tradisional juga hadir melalui berbagai makanan dan minuman yang disediakan selama kegiatan berlangsung. Pengunjung dapat menikmati kacang, telo godhok hingga kopi lelet sembari menyaksikan pertunjukan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.