Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketika Penyintas Operasi Trisula Berbisik agar Sejarah Tak Ikut Mati

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 19:30 WIB | Oleh:

Mereka tidak bercerita dengan suara lantang. Mereka berbisik. Sesekali bisikan tersebut berhenti dan berganti dengan tetesan air mata.

Di sanalah The Last Supper (Whisper) meletakkan persoalan ingatan: pengalaman kekerasan yang selama puluhan tahun hidup dalam kesunyian harus diceritakan sebelum orang-orang yang mengalaminya pergi.

Mereka berusaha menjaga ingatan agar tidak ikut terkubur dalam sunyinya hutan jati. Pada usia yang semakin tua, ketiganya masih setia menunggu kabar baik yang mungkin tak akan pernah datang.

Rudi mengatakan film tersebut didedikasikan bukan hanya kepada Talam, Suyatman, dan Soekiman, tetapi juga kepada korban lain kekerasan negara terhadap masyarakat sipil. Banyak di antara mereka, menurut dia, hingga hari ini masih memperjuangkan hak-haknya.

“Mereka dipandang tidak bersih lingkungan; keluarga mereka tak dapat bekerja pada instansi pemerintah,” kata Rudi.

Dampak tersebut juga menyentuh sumber kehidupan keluarga korban.

“Tanah, kebun, dan aset keluarga mereka banyak yang dirampas dan digunakan untuk fasilitas umum atau tempat tinggal orang lain,” ujarnya.

Delapan Tahun Mengerjakan Film

Proses pembuatan The Last Supper (Whisper) berlangsung selama delapan tahun, dari 2017 sampai 2025. Film tersebut menggunakan animasi, desain suara yang detail dan jeli, serta simbol-simbol budaya Jawa khas Blitar Selatan.

Pilihan artistik itu bukan sekadar persoalan estetika. Rudi menggunakannya untuk menciptakan suasana yang lebih ringan sehingga penonton dapat masuk dan menyelami trauma mendalam yang dialami para subjek film.

Rudi merupakan sutradara alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia pernah meraih Directors Guild of Japan Award di Yamagata International Documentary Film Festival (YIDFF) dan penghargaan di CinemAsia Amsterdam.

The Last Supper (Whisper) kemudian tayang perdana di Jogja-NETPAC Film Festival 2025. Perjalanan film itu berlanjut ke Prancis. Pada April 2026, film tersebut ditayangkan di Festival International de Cinéma Asiatique de Tours (FICAT) dan meraih predikat “Best Film”.

Kini urgensi film tersebut menjadi semakin nyata. Para penyintas Operasi Trisula menua, sebagian telah meninggal, sementara dokumentasi visual mengenai kekerasan yang mereka alami sangat terbatas.

Waktu untuk merekam kesaksian mereka tidak tak terbatas. Karena itu, merawat ingatan tentang Operasi Trisula bukan hanya perkara mengenang masa lalu, tetapi juga menjaga agar pengalaman para korban tetap tercatat sekaligus mempertahankan tuntutan keadilan bagi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Diversifikasi Global, Strat...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.