Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Sama Transfer Teknologi Vaksin Dorong Penguatan Industri Kesehatan Nasional

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 22:35 WIB | Oleh:

Menurut dia, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan nasional dalam menyediakan solusi kesehatan preventif dan mendukung sistem kesehatan Indonesia.

Dari sisi industri, kemitraan ini menggabungkan kemampuan MSD dalam penelitian, pengembangan, dan teknologi ilmu hayati dengan pengalaman Bio Farma dalam manufaktur vaksin.

Kombinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas lokal dan memperluas akses berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas di Indonesia. Pelaksanaan transfer teknologi akan dilakukan dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pencegahan Penyakit Melalui Vaksin

Kerja sama ini juga menempatkan vaksinasi sebagai salah satu bagian dari upaya pencegahan penyakit. PCV15 dan 9vHPV memiliki sasaran penyakit yang berbeda sehingga penguatan kapasitas produksinya berkaitan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat yang juga berbeda.

Vaksin pneumokokus digunakan untuk membantu mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk pneumonia dan meningitis. Sementara HPV merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan sejumlah penyakit dan beberapa jenis kanker.

Dengan memperkuat kemampuan manufaktur vaksin, Indonesia tidak hanya berupaya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung ketersediaan produk pencegahan penyakit dalam jangka panjang.

Gregg Szabo mengatakan inovasi dalam pencegahan penyakit memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Melalui kerja sama dengan Bio Farma, kami berharap dapat mendukung penguatan upaya pencegahan penyakit sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Szabo.

Transfer Pengetahuan dan Pengembangan SDM

Bagi Bio Farma, kerja sama ini juga berkaitan dengan pengembangan kemampuan tenaga kerja di industri kesehatan. Transfer teknologi memungkinkan penguatan tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk mengoperasikan serta mempertahankan kemampuan manufaktur.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya mengatakan perjanjian tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat kapabilitas manufaktur vaksin dan kemandirian industri kesehatan nasional.

“Lebih dari sekadar meningkatkan kapasitas produksi, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi, pengetahuan, keahlian, serta kemampuan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Shadiq.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Melawan Antroposentrisme, A...

Belarus Anggap BRICS Bukan Tandingan PBB

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Belarus Anggap BRICS Bukan ...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.