Kucur Rp17 Triliun, Mentan Kebut 5 Kawasan Peternakan Super Raksasa Rampung 2027
📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 11:34 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain pabrik pakan, pemerintah juga membangun fasilitas pembibitan atau DOC untuk memperkuat ketersediaan bibit ayam di dalam negeri. Dengan adanya fasilitas tersebut, kebutuhan DOC dapat dipenuhi lebih dekat dengan sentra produksi.
“Pabrik pakan juga akan dibangun lengkap DOC-nya, anak ayam. Tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini. Lengkap,” kata Mentan Amran.
Sementara itu, pengembangan sapi perah diarahkan untuk memperkuat produksi susu nasional. Menurut Mentan Amran, peningkatan ketersediaan susu menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.
“Peternakan sapi itu sapi perah, susu. Kan butuh susu anak-anak supaya tinggi besar nanti,” katanya.
Mentan Amran menegaskan pengembangan ayam, telur, dan susu bukan hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Kenapa? Minum susu, telur, ayam dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan, sehingga mencapai Indonesia Emas,” ujar Mentan Amran.
Di Sulawesi Selatan, salah satu kawasan pengembangan tersebut berada di Bone dengan luas sekitar 150 hektare. Pembangunan kawasan ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan rantai pasok peternakan sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru di wilayah sekitar.
Mentan Amran menekankan bahwa pembangunan ekosistem peternakan dilakukan dengan pendekatan terintegrasi agar manfaatnya tidak berhenti pada produksi, tetapi juga memperkuat pasar bahan baku, industri pengolahan, distribusi, hingga penyerapan produk peternakan.
“Lokal lah. Kalau mau kerja di sini, itu kan lapangan kerja,” ujar Mentan Amran.
Dengan pembangunan ekosistem dari hulu hingga hilir, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok peternakan yang lebih efisien, memperluas pasar bagi jagung petani, memperkuat industri pakan dan pembibitan, serta meningkatkan kapasitas produksi ayam, telur, dan susu untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!