Jangan Anggap Sepele! Influenza A Bisa Berujung Pneumonia, Dokter Ungkap Risikonya

Jumat, 25 Sep 2026, 00:04 WIB

JAKARTA - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai infeksi influenza tipe A karena berpotensi menurunkan sistem kekebalan tubuh dan memicu komplikasi serius hingga pneumonia.

"Virus influenza itu memperlemah sistem imun tubuh dan membuka celah. Jika barier pertahanan tubuh terganggu, bakteri yang berkolonisasi di saluran napas atas bisa masuk ke paru-paru dan berkembang menjadi pneumonia," kata Joyce ketika ditemui usai acara diskusi kesehatan oleh Pfizer Indonesia di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM dalam acara diskusi kesehatan oleh Pfizer Indonesia di Jakarta, Kamis (24/9). — Sumber: Antara foto

Joyce menjelaskan bahwa gejala awal influenza tipe A umumnya menyerupai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lainnya, seperti demam tinggi, nyeri tenggorokan, dan batuk kering.

Kendati kerap dianggap sebagai batuk pilek biasa, ia meminta masyarakat tidak menyepelekan gejala tersebut, terutama jika demam dan batuk tidak kunjung membaik dalam kurun waktu tiga hari.

"Jangan menunggu sampai gejalanya berat atau sesak napas. Jika batuk dan pilek sudah berlangsung tiga hari disertai demam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter," ujarnya.

Pemeriksaan medis sedini mungkin dinilai penting untuk memastikan etiologi atau penyebab pasti penyakit melalui uji usap (swab) antigen influenza maupun pemeriksaan panel PCR, sehingga pasien mendapatkan terapi yang tepat dan tidak sembarangan mengonsumsi obat.

Joyce menggarisbawahi bahwa tidak semua penderita influenza memerlukan obat antivirus. Terapi antivirus umumnya diprioritaskan bagi pasien yang memiliki indikasi klinis jelas atau masuk dalam kelompok rentan berisiko tinggi.

Kelompok yang paling rentan mengalami perburukan akibat influenza tipe A antara lain anak-anak usia balita, anak usia 6–7 tahun yang baru mulai bersekolah, lanjut usia (lansia), serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Kerentanan serupa juga dialami oleh pasien dengan penurunan daya tahan tubuh (immunocompromised), seperti penderita autoimun, kanker yang menjalani kemoterapi, serta orang dengan HIV (ODHIV).

Guna memutus rantai penularan influenza tipe A yang menyebar melalui udara (airborne), Joyce mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan dasar di lingkungan keluarga maupun perkantoran.

Langkah pencegahan tersebut meliputi penggunaan masker secara benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh anggota keluarga, tidak merokok di dalam ruangan tertutup, serta melengkapi vaksinasi influenza tahunan.

"Vaksin influenza yang beredar saat ini umumnya memberikan perlindungan terhadap galur influenza A dan B. Vaksinasi tahunan menjadi langkah proteksi penting untuk menekan risiko penularan dan keparahan penyakit," tutur Joyce.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.